Di Antara Rak Diskon dan Brosur Kuliah, Cerita Tentang Masa Depan yang Bisa Dimulai dari Open Booth di Yogya Purwakarta

0 18

BSINews, Cikampek – Pernah nggak sih datang ke swalayan cuma buat beli sabun mandi, eh pulangnya malah bawa brosur kuliah? Tenang, nggak salah masuk tempat. Soalnya mulai tanggal 25 sampai 27 Juli 2025, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikampek akan hadir nangkring di Yogya Purwakarta. Bukan buat belanja, tapi buat buka booth edukasi yang nyuguhin informasi kuliah sambil mungkin masih nenteng keranjang isi minyak goreng.

Dan ini bukan booth biasa. Ini adalah Open Booth Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI. Bayangin, datang, lihat-lihat rak camilan, terus tanpa sengaja lewat booth UBSI, disapa dengan senyum manis, ditawarin informasi kuliah dari kampus yang udah terakreditasi unggul. Bisa konsultasi jurusan, bisa daftar langsung lewat QR code, dan yang paling penting, nggak harus pake kemeja rapi atau bawa map folio.

Baca juga: UBSI Kampus Tangerang Ajak Masyarakat Kenali Dunia Kampus Lewat Open Booth di TipTop Cimone

Anak-anak muda hari ini tuh beda. Mereka nyari kampus bukan cuma soal gedung tinggi dan brosur penuh jargon, tapi soal akses. Tentang kampus yang mau nyamperin, bukan sekadar nungguin. Nah, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif paham banget soal ini. Makanya mereka turun langsung ke Yogya Purwakarta, karena tahu nggak semua orang bisa atau sempat datang ke kampus buat tanya-tanya kuliah.

Di sana, tim PMB UBSI Kampus Cikampek bakal bantu ngerti jurusan apa yang cocok. Mulai dari Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Informatika, sampai Akuntansi, semua bisa dikulik bareng. Bahkan ada kelas khusus karyawan buat yang udah kerja tapi masih punya impian kuliah. Nggak perlu resign, cukup bawa semangat.

“Ini bentuk komitmen kami buat ngasih akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan relevan sama kebutuhan zaman,” kata tim PMB UBSI. Dan kita semua tahu, di zaman sekarang, kampus bukan cuma tempat belajar, tapi harus bisa jadi jembatan ke dunia kerja yang makin kompetitif dan ribet.

Salah satu hal yang bikin Open Booth UBSI ini beda, bisa daftar kuliah cuma dengan scan QR code. Yes, secepat itu. Zaman dulu daftar kuliah butuh baju putih-hitam, antre panjang, dan duit fotokopi. Sekarang? Bawa hape, buka kamera, scan, isi data, jadi. Dan mungkin, sambil ngisi formulir online itu, bakal mikir, “Ya ampun, ternyata kuliah itu sekarang segampang pesen kopi instan.”

Tapi jangan salah. Meski sistemnya praktis, isi dalamnya tetap serius. UBSI Kampus Cikampek hadir bukan buat gaya-gayaan digital, tapi buat nyiapin lulusan yang melek teknologi, punya skill adaptif, dan siap bersaing. Karena kalau kata World Economic Forum, sebagian besar pekerjaan tahun 2030 belum ada sekarang. Artinya, butuh kampus yang ngajarin bukan cuma teori, tapi juga fleksibilitas berpikir.

Kadang, masa depan itu bukan soal seberapa tinggi mulai, tapi dari mana berani memulainya. Bisa jadi dari ruang kelas ber-AC, bisa juga dari booth kecil di antara rak deterjen dan promo roti sobek.

UBSI Kampus Cikampek ngerti bahwa mimpi besar sering lahir dari tempat-tempat sederhana. Maka mereka datang ke Yogya Purwakarta bukan cuma buat ngisi kuota mahasiswa, tapi buat ngasih kesempatan kedua, ketiga, atau bahkan pertama buat yang belum sempat kuliah.

Jadi, kalau akhir pekan ini ke Yogya, jangan cuma bawa pulang kebutuhan harian. Bawa juga pulang satu langkah menuju masa depan. Kunjungi booth UBSI, tanya apa aja, daftar kalau sreg, dan percayalah nggak sendiri dalam perjalanan ini. Karena masa depan bukan milik yang pintar aja, tapi milik mereka yang mau mulai, bahkan dari mall.
Di Antara Rak Diskon dan Brosur Kuliah, Cerita Tentang Masa Depan yang Bisa Dimulai dari Yogya Purwakarta

Cikampek – Pernah nggak sih datang ke swalayan cuma buat beli sabun mandi, eh pulangnya malah bawa brosur kuliah? Tenang, nggak salah masuk tempat. Soalnya mulai tanggal 25 sampai 27 Juli 2025, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikampek akan hadir nangkring di Yogya Purwakarta. Bukan buat belanja, tapi buat buka booth edukasi yang nyuguhin informasi kuliah sambil mungkin masih nenteng keranjang isi minyak goreng.

Dan ini bukan booth biasa. Ini adalah Open Booth Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UBSI. Bayangin, datang, lihat-lihat rak camilan, terus tanpa sengaja lewat booth UBSI, disapa dengan senyum manis, ditawarin informasi kuliah dari kampus yang udah terakreditasi unggul. Bisa konsultasi jurusan, bisa daftar langsung lewat QR code, dan yang paling penting, nggak harus pake kemeja rapi atau bawa map folio.

Anak-anak muda hari ini tuh beda. Mereka nyari kampus bukan cuma soal gedung tinggi dan brosur penuh jargon, tapi soal akses. Tentang kampus yang mau nyamperin, bukan sekadar nungguin. Nah, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif paham banget soal ini. Makanya mereka turun langsung ke Yogya Purwakarta, karena tahu nggak semua orang bisa atau sempat datang ke kampus buat tanya-tanya kuliah.

Di sana, tim PMB UBSI Kampus Cikampek bakal bantu ngerti jurusan apa yang cocok. Mulai dari Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Informatika, sampai Akuntansi, semua bisa dikulik bareng. Bahkan ada kelas khusus karyawan buat yang udah kerja tapi masih punya impian kuliah. Nggak perlu resign, cukup bawa semangat.

“Ini bentuk komitmen kami buat ngasih akses pendidikan tinggi yang terjangkau dan relevan sama kebutuhan zaman,” kata tim PMB UBSI. Dan kita semua tahu, di zaman sekarang, kampus bukan cuma tempat belajar, tapi harus bisa jadi jembatan ke dunia kerja yang makin kompetitif dan ribet.

Salah satu hal yang bikin Open Booth UBSI ini beda, bisa daftar kuliah cuma dengan scan QR code. Yes, secepat itu. Zaman dulu daftar kuliah butuh baju putih-hitam, antre panjang, dan duit fotokopi. Sekarang? Bawa hape, buka kamera, scan, isi data, jadi. Dan mungkin, sambil ngisi formulir online itu, bakal mikir, “Ya ampun, ternyata kuliah itu sekarang segampang pesen kopi instan.”

Tapi jangan salah. Meski sistemnya praktis, isi dalamnya tetap serius. UBSI Kampus Cikampek hadir bukan buat gaya-gayaan digital, tapi buat nyiapin lulusan yang melek teknologi, punya skill adaptif, dan siap bersaing. Karena kalau kata World Economic Forum, sebagian besar pekerjaan tahun 2030 belum ada sekarang. Artinya, butuh kampus yang ngajarin bukan cuma teori, tapi juga fleksibilitas berpikir.

Kadang, masa depan itu bukan soal seberapa tinggi mulai, tapi dari mana berani memulainya. Bisa jadi dari ruang kelas ber-AC, bisa juga dari booth kecil di antara rak deterjen dan promo roti sobek.

Baca juga: Dari Swalayan ke Sarjana, Open Booth UBSI dan Perkara Nanya Kampus di Dekat Rak Minyak Goreng

UBSI Kampus Cikampek ngerti bahwa mimpi besar sering lahir dari tempat-tempat sederhana. Maka mereka datang ke Yogya Purwakarta bukan cuma buat ngisi kuota mahasiswa, tapi buat ngasih kesempatan kedua, ketiga, atau bahkan pertama buat yang belum sempat kuliah.

Jadi, kalau akhir pekan ini ke Yogya, jangan cuma bawa pulang kebutuhan harian. Bawa juga pulang satu langkah menuju masa depan. Kunjungi booth UBSI, tanya apa aja, daftar kalau sreg, dan percayalah nggak sendiri dalam perjalanan ini. Karena masa depan bukan milik yang pintar aja, tapi milik mereka yang mau mulai, bahkan dari mall.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.