DISLATGAB VI: MAPALA UBSI Berkolaborasi Untuk Berbagi Ilmu Dan Berkontribusi Pada Masyarakat
BSINews, Jakarta – Acara Diskusi dan Latihan Gabungan (DISLATGAB) VI sukses diselenggarakan di Universitas Pemuda Jakarta. Acara yang berlangsung dari Senin (23/7) hingga Minggu (28/7) ini menjadi ajang kolaborasi penting bagi berbagai organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dari seluruh Indonesia, termasuk dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif.
DISLATGAB VI dihadiri oleh Calandra Adventure (UBSI kampus Jakarta) selaku tuan rumah, serta perwakilan dari Mapasika (UBSI kampus Karawang), Belati (UBSI kampus Tasikmalaya), Pelita (UBSI kampus Sukabumi), Tarantula Adventure (UBSI kampus Yogyakarta), dan Satriapela (ARS University Bandung).
MAPALA UBSI Berkolaborasi Untuk Berbagi Ilmu
Selama enam hari, para peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang padat. Acara dibuka dengan sesi pengenalan DISLATGAB untuk membangun kolaborasi. Hari kedua dan ketiga difokuskan pada forum diskusi untuk membahas berbagai topik terkait kegiatan pecinta alam. Pada hari keempat, mereka melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan Edukasi Bencana Gempa di SMK Negeri 26 Jakarta, bekerja sama dengan tim Cakrawala Disaster Response.
Latihan gabungan arung jeram di Sungai Cianten, Bogor menjadi sorotan di hari kelima untuk mengasah keterampilan dan kerja sama tim. Acara ditutup dengan pemberian SK dan plakat DISLATGAB VI sebagai tanda penghargaan.
Baca juga: Mapala UBSI Tarantula Dan Baznas Tanggap Bencana Yogyakarta Adakan Latihan Bersama Water Rescue
Bela, Ketua Umum Mapasika dari UBSI kampus Karawang, mengungkapkan rasa syukurnya.
“Saya sendiri jujur masih awam mengenai beberapa hal, namun setelah mengikuti kegiatan DISLATGAB VI ini, pemahaman saya mengenai organisasi dan ilmu berkegiatan di alam jadi bertambah. Saya sangat bersyukur mengikuti acara ini, karena ilmu yang didapat nantinya akan di estafetkan ke generasi selanjutnya,” ujarnya, dalam keterangan rilis, Senin (29/7).
DISLATGAB VI tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan pengetahuan peserta, tetapi juga mempererat hubungan antar MAPALA di seluruh Indonesia. Keberhasilan acara ini menunjukkan komitmen bersama para pecinta alam dalam melestarikan alam dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.