Dosen UBSI Edukasi Kesehatan Reproduksi Siswa SD untuk Hadapi Pubertas

0 8

BSINews, Jakarta – Memasuki masa pubertas, anak perlu mendapat informasi yang tepat tentang perubahan pada tubuhnya. Pengetahuan sejak dini juga dinilai menjadi bekal penting agar anak mampu menjaga kesehatan diri sekaligus mengenali situasi yang berisiko.

Tiga dosen Program Studi (Prodi) Keperawatan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi bagi siswa kelas IV SDN 07 Pondok Bambu, Jakarta Timur, Jumat (22/5). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) tersebut diikuti 63 siswa berusia 9-12 tahun untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai kesehatan reproduksi sejak usia sekolah dasar.

Baca juga: UBSI dan UNTAN Teken MoU Pengabdian Masyarakat, Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi

Penyuluhan melibatkan dosen dan mahasiswa Prodi Keperawatan UBSI. Tim dipimpin oleh Ika Melasari, M.Kep., pakar Keperawatan Maternitas, bersama Ns. Diah Ayu Agustin, M.Kep., Sp.Kep.An., pakar Keperawatan Anak, Bambang Sucipto, S.Pd., S.P.I., pakar Pendidikan, serta mahasiswa Farhan Bayu Prasetya.

Materi disampaikan secara interaktif melalui ceramah, diskusi, pemutaran video edukasi, permainan, hingga sesi tanya jawab. Siswa diperkenalkan pada organ reproduksi sesuai usia, perubahan fisik dan emosional saat pubertas, pentingnya menjaga kebersihan diri, perilaku hidup bersih dan sehat, serta cara melindungi diri dari sentuhan yang tidak pantas.

Ketua tim pengabdian masyarakat, Ika Melasari, mengatakan pendidikan kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari upaya membangun perilaku hidup sehat sejak usia dini. Menurut dia, anak perlu memperoleh informasi yang benar agar lebih siap menghadapi perubahan yang akan terjadi pada masa pubertas.

“Pendidikan kesehatan reproduksi pada anak usia sekolah dasar merupakan bagian penting dari upaya promotif dan preventif dalam membentuk perilaku hidup sehat. Penyampaian informasi yang benar sejak dini diharapkan mampu membantu anak memahami perubahan yang akan dialami, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun kemampuan mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan dirinya,” ujar Ika.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk respons terhadap meningkatnya perhatian terhadap kasus kekerasan seksual pada anak. Karena itu, siswa dikenalkan pada konsep bagian tubuh pribadi, hak untuk melindungi diri, keberanian mengatakan “tidak” terhadap sentuhan yang tidak pantas, serta pentingnya melapor kepada orang dewasa yang dipercaya apabila menghadapi situasi berbahaya.

“Melalui edukasi yang tepat, anak diharapkan lebih mampu mengenali situasi berisiko dan segera mencari pertolongan apabila menghadapi tindakan yang mengancam keselamatan dirinya,” jelasnya.

Baca juga: BSI Explore 2026 Hadirkan Enam Kategori Kompetisi Berhadiah Total Jutaan Rupiah, Mahasiswa Diajak Berkarya Selama Pengabdian

Untuk mengukur efektivitas penyuluhan, tim dosen memberikan pre-test dan post-test sederhana kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap siswa mengenai kesehatan reproduksi setelah mengikuti kegiatan.

Pihak sekolah menyambut positif penyuluhan tersebut karena dinilai memberikan bekal yang relevan bagi siswa dalam menghadapi masa pertumbuhan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, UBSI juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi berbasis bukti ilmiah serta memperkuat kolaborasi dengan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Leave A Reply

Your email address will not be published.