Dosen UBSI Latih Guru SMAN 4 Jakarta Kelola Pembelajaran Digital dengan Moodle
BSINews, Jakarta – Menggunakan teknologi dalam pembelajaran tidak cukup hanya dengan memindahkan materi ke ruang digital. Guru juga perlu mampu mengelola aktivitas, penugasan, asesmen, hingga umpan balik agar proses belajar tetap terarah. Berangkat dari kebutuhan tersebut, dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Jordy Lasmana Putra menjadi narasumber dalam pelatihan pengelolaan pembelajaran digital menggunakan Moodle bagi guru SMAN 4 Jakarta, Kamis (15/10).
Pelatihan bertajuk Praktis Mengelola Pembelajaran Digital dengan Moodle itu berlangsung di Ruang Guru SMAN 4 Jakarta. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar mengajar yang lebih terstruktur.
Baca juga: Dosen UBSI Bekali UMKM N A+ dengan Teknik Negosiasi Bisnis
Dosen UBSI Latih Guru SMAN 4 Jakarta
Dalam pelatihan tersebut, para guru mempelajari berbagai fitur Moodle, mulai dari pembuatan kelas digital, pengelolaan materi pembelajaran, penyusunan tugas dan kuis, pengaturan peserta, hingga pengelolaan nilai dan pemberian umpan balik kepada siswa.
Jordy menjelaskan, Moodle memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat membagikan materi. Platform ini dapat membantu guru mengintegrasikan berbagai komponen pembelajaran dalam satu lingkungan digital, sehingga kegiatan belajar dapat dirancang dan dipantau secara lebih sistematis.
“Moodle bukan sekadar tempat mengunggah materi. Guru dapat memanfaatkannya untuk membangun alur pembelajaran yang terstruktur, mulai dari penyampaian materi hingga penilaian dan pemberian umpan balik kepada siswa,” ujar Jordy dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (20/10).
Agar peserta dapat menerapkan materi yang disampaikan, pelatihan dilakukan melalui penjelasan, demonstrasi, praktik langsung, dan pemeriksaan hasil. Para guru diarahkan untuk membuat mini-course yang memuat materi pembelajaran, tautan sumber belajar, tugas, serta kuis. Mereka juga diajak memeriksa tampilan kelas digital dari perspektif siswa untuk memastikan pengalaman belajar dapat diakses dengan baik.
Menurut Jordy, keberhasilan pembelajaran digital tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menggunakan platform, tetapi juga oleh ketepatan guru dalam merancang aktivitas sesuai tujuan pembelajaran. Teknologi perlu menjadi sarana untuk memperkuat proses belajar, bukan sekadar mengubah materi cetak menjadi format digital.
Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Lokal, Dosen UBSI Latih Kader Posyandu Tangerang Cara Branding Produk Perkebunan
Dengan pengelolaan yang tepat, kelas digital dapat membantu guru menyusun materi secara sistematis, memberikan tugas, memantau hasil belajar, serta menyampaikan umpan balik kepada siswa dalam satu platform.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi dosen UBSI dalam berbagi pengetahuan dan kompetensi di bidang teknologi informasi. Melalui kegiatan tersebut, perguruan tinggi turut mengambil peran dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik agar semakin siap memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital.