Kenali Dulu! 7 Kesalahan Umum Mahasiswa Saat Mulai Berbisnis
BSINews, Tegal — Menjadi entrepreneur di usia muda kini bukan lagi sekadar wacana. Banyak mahasiswa yang mulai merintis usaha sejak duduk di bangku kuliah. Namun, semangat berwirausaha kadang tidak dibarengi dengan persiapan dan pengetahuan yang matang. Akibatnya, banyak bisnis mahasiswa yang tidak bertahan lama.
Entrepreneur Center UBSI kampus Tegal mencatat, sebagian besar bisnis mahasiswa gagal bukan karena ide yang buruk, tetapi karena kesalahan-kesalahan dasar yang seharusnya bisa dihindari. Berikut adalah 7 kesalahan umum mahasiswa saat memulai bisnis yang perlu diwaspadai:
- Kurang Riset Pasar
Banyak mahasiswa langsung “tancap gas” tanpa memahami siapa target pasar mereka. Padahal, riset kecil tentang kebutuhan, selera, dan daya beli konsumen bisa jadi kunci keberhasilan bisnis. - Terlalu Fokus pada Tren Sesaat
Mengikuti tren memang penting, tapi terlalu bergantung pada tren yang cepat berubah bisa membuat usaha sulit bertahan lama. Pastikan ide bisnis memiliki nilai dan solusi jangka panjang. - Tidak Mencatat Keuangan Secara Rinci
Catatan keuangan yang rapi adalah fondasi bisnis sehat. Banyak mahasiswa mencampur uang pribadi dengan uang bisnis, sehingga tidak tahu apakah bisnis mereka untung atau rugi. - Malas Promosi atau Salah Strategi
Memiliki produk bagus saja tidak cukup. Tanpa promosi yang konsisten dan sesuai target, produk tidak akan dikenal. Mahasiswa perlu belajar digital marketing sejak awal. - Tidak Punya Rencana Jangka Pendek dan Panjang
Bisnis tanpa arah ibarat kapal tanpa kompas. Rencana sederhana seperti target penjualan bulanan, strategi distribusi, dan pengembangan produk sangat membantu menjaga fokus. - Takut Gagal dan Menunda Terlalu Lama
Rasa takut gagal kerap membuat mahasiswa menunda-nunda. Padahal, pengalaman adalah guru terbaik. Bisnis kecil yang dijalankan lebih baik daripada ide besar yang hanya disimpan. - Tidak Mencari Mentor atau Komunitas
Belajar dari pengalaman orang lain akan mempercepat proses tumbuh. Banyak mahasiswa yang malu bertanya, padahal kampus menyediakan dosen pembina, komunitas, dan program pelatihan wirausaha.
Baca Juga:Mau Publikasi di Jurnal Internasional? Kenali Dulu Level dan Reputasinya!
Menurut Koordinator Entrepreneur Center UBSI kampus Tegal Angga Ardiansyah, pembekalan wirausaha perlu disesuaikan dengan karakter mahasiswa. “Kami terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya sekadar memulai bisnis, tetapi juga belajar menjalankannya secara berkelanjutan dengan pengetahuan yang benar,” ujarnya.
UBSI sendiri aktif mendampingi mahasiswa melalui berbagai program seperti Entrepreneur Class, Market Day, hingga inkubasi bisnis dalam program hibah P2MW (Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha) dari Kemendikbudristek.
Untuk mahasiswa yang baru ingin memulai, langkah awal terbaik adalah belajar dari kesalahan orang lain, bukan mengulanginya. (Safika Rahman)