Peluang Kerja Akuntansi di Era AI Masih Besar, Ini Alasannya
BSINews, Bogor — Munculnya berbagai teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) membuat banyak orang mulai bertanya-tanya, apakah profesi akuntan masih akan dibutuhkan di masa depan?
Pertanyaan tersebut cukup beralasan. Saat ini, berbagai aplikasi sudah mampu mencatat transaksi secara otomatis, membuat laporan keuangan dalam hitungan detik, hingga membantu menganalisis kondisi bisnis. Namun di balik kemudahan tersebut, kebutuhan terhadap tenaga akuntansi justru terus meningkat.
Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya perusahaan yang membutuhkan tenaga profesional yang mampu membaca data keuangan dan menerjemahkannya menjadi strategi bisnis. AI memang dapat membantu mengolah data, tetapi keputusan penting tetap membutuhkan analisis dan pertimbangan manusia.
Era Digital Ubah Wajah Akuntansi, Lulusan Kini Dituntut Kuasai Teknologi
Contohnya dapat dilihat dari pertumbuhan bisnis digital dan e-commerce yang terus berkembang. Banyak pelaku usaha kini berjualan melalui berbagai platform sekaligus, mulai dari marketplace, media sosial, hingga website sendiri. Kondisi tersebut menghasilkan data transaksi yang sangat besar dan kompleks. Di sinilah peran akuntan dibutuhkan untuk memastikan data keuangan tercatat dengan benar, mengidentifikasi potensi risiko, serta membantu perusahaan mengambil keputusan yang tepat.
Kasus lain dapat dilihat dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kerap memengaruhi biaya impor, harga bahan baku, hingga keuntungan perusahaan. Dalam situasi seperti ini, perusahaan membutuhkan analisis keuangan yang cepat dan akurat agar dapat menyesuaikan strategi bisnisnya. Peran tersebut tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Perubahan kebutuhan industri ini membuat perguruan tinggi perlu menyesuaikan metode pembelajaran. Lulusan akuntansi masa kini tidak cukup hanya memahami debit dan kredit, tetapi juga perlu menguasai teknologi, sistem informasi, serta kemampuan analisis data.
Karena itu, banyak program studi Akuntansi mulai mengintegrasikan pembelajaran digital dalam kurikulumnya. Salah satunya dilakukan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif. Melalui Program Studi Unggulan S1 Plus Akuntansi, mahasiswa tidak hanya mempelajari dasar-dasar akuntansi dan pelaporan keuangan, tetapi juga dibekali pemahaman tentang sistem informasi akuntansi, pengolahan data bisnis, hingga pemanfaatan teknologi digital yang kini menjadi kebutuhan di berbagai perusahaan.
Keunggulan lainnya, program ini menawarkan skema dua ijazah, yaitu S1 dan D3, sehingga memberikan nilai tambah bagi lulusan saat memasuki dunia kerja. Dengan kurikulum yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kompetensi yang relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan transformasi digital yang terus berlangsung.
Baca juga : Ekonomi Digital dan Fluktuasi Dolar Ubah Peta Karier, Lulusan Akuntansi Teknologi Semakin Dibutuhkan
Tak hanya fokus pada proses pembelajaran di kelas, UBSI juga mendukung kesiapan karier mahasiswa melalui BSI Career Center (BCC) yang membantu mahasiswa memperoleh informasi magang, peluang kerja, hingga pengembangan karier profesional. Sementara itu, bagi mahasiswa yang tertarik membangun usaha sendiri, BSI Entrepreneur Center (BEC) menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan dan memahami peluang bisnis di era ekonomi digital.
Dengan kombinasi kompetensi akuntansi, penguasaan teknologi, serta dukungan pengembangan karier, lulusan S1 Plus Akuntansi UBSI Kampus Bogor diharapkan mampu bersaing di berbagai bidang profesi, mulai dari accounting analyst, auditor, konsultan keuangan, supervisor manajemen informasi, hingga pengembang sistem informasi akuntansi yang semakin dibutuhkan oleh dunia industri saat ini.