Tak Perlu Bergantung Cloud Publik, Dosen UBSI Belajar Bangun Cloud Storage Mandiri dengan Nextcloud
BSINews-Program Studi (Prodi) Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar workshop cloud computing pada 5 Maret 2026 yang membahas praktik membangun layanan cloud storage mandiri menggunakan platform Nextcloud. Kegiatan ini menghadirkan Hafis Nurdin, sebagai narasumber dan diikuti oleh dosen yang ingin memperdalam pemahaman tentang implementasi teknologi cloud computing dalam pengelolaan data digital.
Baca juga: Program Studi RPL UBSI Gelar Rapat UPA Bahas Strategi Pengembangan Akademik
Workshop yang diselenggarakan oleh Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi peserta dalam memahami konsep serta praktik pembangunan sistem penyimpanan berbasis cloud secara mandiri. Dalam sesi pemaparan materi, peserta diperkenalkan dengan konsep cloud storage berbasis self-hosted menggunakan platform Nextcloud, yaitu solusi open-source yang memungkinkan pengguna membangun dan mengelola layanan penyimpanan data di server pribadi.
Narasumber workshop, Hafis Nurdin, menjelaskan bahwa penggunaan layanan cloud publik memang memberikan kemudahan, namun tetap memiliki sejumlah tantangan, terutama terkait biaya berlangganan dan kontrol terhadap infrastruktur data.
“Melalui teknologi seperti Nextcloud, kita dapat membangun cloud storage sendiri yang lebih fleksibel dan aman. Pengguna tidak hanya menyimpan data, tetapi juga memiliki kendali penuh terhadap sistem, mulai dari konfigurasi, keamanan, hingga pengelolaan akses pengguna,” ujar Hafis dalam sesi pemaparannya di Jakarta, Kamis (5/3).
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman teori, tetapi juga mengikuti sesi praktik langsung. Mereka mempelajari proses instalasi dan konfigurasi Nextcloud menggunakan beberapa teknologi pendukung seperti Docker, Ubuntu Virtual Machine, serta Cloudflare Tunnel untuk meningkatkan keamanan akses sistem tanpa perlu melakukan port forwarding. Pendekatan praktis ini memberikan pengalaman nyata bagi peserta dalam membangun infrastruktur cloud sederhana yang dapat digunakan untuk kebutuhan akademik maupun proyek digital.
Selain berfungsi sebagai media penyimpanan data, Nextcloud juga menawarkan berbagai fitur kolaborasi seperti sinkronisasi file antar perangkat, pengaturan hak akses pengguna, integrasi aplikasi produktivitas, hingga manajemen versi file. Fitur-fitur tersebut dinilai sangat mendukung kegiatan pembelajaran digital dan pengembangan proyek berbasis teknologi informasi.
Menutup sesi workshop, Hafis berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan proyek berbasis cloud secara mandiri.
“Harapannya, setelah mengikuti workshop ini, peserta tidak hanya memahami konsep cloud computing secara teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara langsung untuk mendukung kegiatan akademik maupun pengembangan teknologi di masa depan,” tambahnya.
Baca juga: Anak Prodi RPL Bisa Jadi Bos? Ini Peluang Usaha di Dunia Software
Melalui kegiatan ini, Universitas Bina Sarana Informatika terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif secara konsisten mendorong dosen untuk memiliki kompetensi teknologi yang selaras dengan kebutuhan industri di era transformasi digital.