Gak Kaget Jadi Maba, UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa Baru dengan Toolkit AI untuk Bertahan di Semester Pertama

0 4

BSINews, Pontianak — Peralihan dari bangku SMA/SMK menuju perguruan tinggi membutuhkan kemampuan beradaptasi, terutama dalam mengatur waktu, menyelesaikan tugas, dan membangun kebiasaan belajar mandiri. Untuk membantu mahasiswa baru menghadapi tantangan tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menghadirkan Seminar Tematik dalam rangkaian Seminar Motivasi (SEMOT) 2026 pada Minggu (20/9).

Gak Kaget Jadi Maba, UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa Baru dengan Toolkit AI untuk Bertahan di Semester Pertama

Mengusung semangat “Bright, Spirit, Initiative”, kegiatan ini menghadirkan Muhammad Iqbal, dosen Program Studi Informatika UBSI sekaligus Software Developer, sebagai narasumber. Ia membawakan materi bertajuk “Gak Kaget Jadi Maba: Toolkit AI buat Survive Kuliah” dengan pendekatan interaktif yang dekat dengan pengalaman mahasiswa baru.

Sesi diawali dengan “Reality Check”, yaitu pembahasan mengenai perbedaan ritme belajar di sekolah dan perguruan tinggi. Mahasiswa diajak memahami bahwa tugas dari berbagai mata kuliah dapat datang bersamaan, materi perlu dikembangkan secara mandiri, dan tenggat waktu dapat menumpuk, terutama menjelang Ujian Tengah Semester (UTS).

Menurut Iqbal, kesulitan beradaptasi bukan berarti mahasiswa tidak memiliki kemampuan. Hal tersebut justru dapat berkaitan dengan kebiasaan mengatur waktu dan sistem kerja yang belum terbentuk.

“Masalahnya ada di sistem kerja, bukan di kapasitas otak. Sistem kerja bisa dilatih, dan sekarang bisa dibantu dengan tools yang tepat,” ujar Iqbal dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Selasa (22/9).

Baca Juga : Desainer Grafis Nggak Akan Punah, Malah Makin Kece dengan AI! Ini Buktinya

Memasuki sesi “Tech Toolkit”, mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai perangkat digital untuk mendukung aktivitas akademik. AI dikenalkan sebagai asisten belajar yang dapat membantu menjelaskan materi menggunakan analogi sederhana, merangkum bahan perkuliahan, hingga membuat latihan soal.

Selain AI, peserta juga dikenalkan dengan perangkat pendukung manajemen waktu, riset, penulisan, dan pengembangan profil profesional, seperti Pomodoro, Google Calendar, Google Scholar, Mendeley, dan LinkedIn.

Iqbal menegaskan bahwa teknologi, termasuk AI, hanya berperan sebagai alat bantu. Mahasiswa tetap harus memahami materi dan mampu mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

“Aturan emasnya, kamu harus bisa menjelaskan hasil kerjamu sendiri,” katanya.

Peserta juga diingatkan untuk tidak menyalin jawaban AI secara mentah, menggunakan referensi yang tidak terverifikasi, maupun membagikan informasi sensitif seperti data pribadi, kata sandi, dan kode OTP.

Sebagai bagian dari sesi “Call to Action”, mahasiswa mengikuti demonstrasi langsung pemanfaatan AI selama tiga menit. Dalam praktik tersebut, AI diminta menjelaskan materi yang sulit melalui analogi sehari-hari sekaligus menyusun tiga soal latihan untuk membantu pemahaman.

Mahasiswa juga diarahkan untuk mulai menggunakan tiga jenis perangkat utama, yaitu asisten belajar berbasis AI, manajer tugas, serta alat riset dan sitasi. Langkah sederhana ini diharapkan membantu mereka membangun sistem belajar yang lebih teratur sejak semester pertama.

Menutup pemaparannya, Iqbal mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengandalkan kerja keras, tetapi juga mampu menentukan strategi belajar yang efektif.

“Survive kuliah itu bukan soal kerja keras doang, tapi kerja cerdas. Survive cerdas, bukan survive keras,” tutup Iqbal.

Baca Juga : Dosen UBSI Kampus Pontianak Kenalkan AI untuk Produksi Konten Promosi UMKM, dari Tulisan hingga Video

Melalui Seminar Tematik SEMOT 2026, UBSI kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswa baru untuk lebih siap menghadapi dinamika perkuliahan. Pemanfaatan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab diharapkan dapat membantu mahasiswa membangun kebiasaan belajar mandiri, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan kompetensi sejak awal masa kuliah. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.