Gamelan Bayat Mendunia Kolaborasi UBSI Kampus Solo dan ISI Surakarta Lestarikan Budaya Lewat Teknologi di Sunar Gamelan

0 58

BSINews, Solo – Sunar Gamelan, sebuah sanggar seni di Desa Djarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, menjadi pusat perhatian dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN). Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar sosialisasi program yang bertujuan untuk mengembangkan inovasi gamelan dengan memanfaatkan sinergi lintas bidang ilmu.

Sunar Gamelan Kolaborasi Cerdas UBSI Kampus Solo dan ISI Surakarta Hidupkan Kembali Seni Tradisional di Era Digital

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh anggota komunitas Sunar Gamelan, warga sekitar, serta tim peneliti PISN yang terdiri dari dosen di bidang bahasa Inggris, pariwisata, ilmu komputer, seni karawitan, dan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Solo.

Ketua peneliti, Sri Rejeki dari UBSI kampus Solo, menekankan pentingnya keterhubungan antara seni tradisional dan dunia modern.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada tradisi, tetapi juga bisa bertransformasi dengan bantuan teknologi dan kemampuan bahasa. Dengan pelatihan bahasa Inggris, konten digital, serta inovasi aransemen gamelan, kami berharap gamelan dari Bayat dapat lebih dikenal secara global,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Senin (10/11).

Program PISN akan menjalankan empat pelatihan utama mulai Oktober hingga Desember 2025, meliputi pelatihan bahasa Inggris untuk gamelan, pelatihan pembuatan konten digital, pelatihan manajemen wisata, dan pelatihan inovasi aransemen gamelan.

Baca juga :  Revolusi Gamelan Bayat UBSI Kampus Solo dan ISI Surakarta Jadikan Warisan Budaya Mendunia

Perwakilan dari ISI Surakarta, Aji, menambahkan bahwa inisiatif ini tidak hanya fokus pada pelestarian seni karawitan tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

“Kolaborasi ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana seni tradisi bisa berjalan seiring dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan pariwisata masa kini,” kata Aji.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung hangat dan interaktif ini menandai awal dari semangat kolaboratif antara seniman, akademisi, dan mahasiswa untuk menghidupkan kembali seni gamelan sebagai warisan budaya nusantara yang adaptif dan relevan di era digital. Diharapkan, melalui program ini, Sunar Gamelan dapat semakin berkembang dan dikenal di kancah internasional. (Aurora)

Leave A Reply

Your email address will not be published.