UBSI Siapkan Mahasiswa Hadapi Sertifikasi Programmer Melalui Pembekalan Intensif

0 34

BSINews, Bogor – Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Bogor menggelar kegiatan pembekalan sertifikasi kompetensi dengan tema “Kesiapan Digital Talent melalui Sertifikasi Programmer di Era Artificial Intelligence”, pada Rabu (2/7). Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui media Zoom Meeting.

Kegiatan ini merupakan agenda gabungan dari seluruh Program Studi Sistem Informasi UBSI, dan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan dan kesiapan menghadapi tantangan dunia industri digital.

Baca juga: Sertifikasi Kompetensi sebagai Senjata Rahasia Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja

Dalam pembekalan ini, hadir Dede Firmansyah sebagai pembicara, dan Raja Sabarudin bertindak sebagai moderator. Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi untuk skema programmer, yang terdiri dari sembilan unit kompetensi utama. Dede menjelaskan pentingnya memahami setiap unit tersebut serta mempersiapkan diri secara menyeluruh, mulai dari teknis pelaksanaan, tata tertib, hingga kesiapan teknis seperti perangkat lunak yang akan diujikan.

“Jangan hanya hadir secara fisik, tapi hadir juga secara mental dan teknis. Pahami sembilan unit kompetensi ini, karena semuanya akan diuji,” ujar Dede Firmansyah saat memberikan pembekalan.

Peserta menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang kegiatan. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, di antaranya oleh Salah satu peserta yakni Ramliadi dari Pontianak, ia mengajukan pertanyaan seputar referensi pembelajaran serta teknis pelaksanaan uji sertifikasi. Ia bertanya, “Adakah rekomendasi website atau YouTube yang bisa dijadikan referensi untuk mempelajari step by step sertifikasi kompetensi? Dan apakah saat ujian nanti, kita harus membuat website dari awal atau boleh menggunakan proyek yang pernah dibuat sebelumnya?”

Dede pun merespons dengan lugas, sembari memberikan penekanan pada pentingnya pemahaman menyeluruh.

“Materi sertifikasi bisa dipelajari dari berbagai sumber, baik melalui dokumentasi resmi maupun platform pembelajaran digital. Namun, pastikan referensi tersebut sesuai dengan skema uji yang digunakan. Dalam praktiknya, peserta akan diminta membangun aplikasi dari awal untuk melihat alur berpikir dan proses kerjanya secara langsung,” jelas Dede.

Baca Juga: Dorong Kompetensi Digital Kreatif, UBSI Bekali Mahasiswa Penyiaran dengan Sertifikasi Industri

Dede menekankan bahwa “Hadir dengan Kesiapan Penuh” menjadi kata kunci penting yang harus dipegang mahasiswa dalam menghadapi sertifikasi kompetensi, demi membangun kepercayaan diri dan profesionalisme. Ia berharap peserta dapat mengikuti proses secara konsisten dan maksimal.(Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.