Harmonisasi Kurikulum untuk Menjawab Tantangan Industri Perhotelan: Langkah Strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI
BSINews, Jakarta- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menyelenggarakan rapat Persamaan Persepsi untuk Program Studi D3 Perhotelan dengan tema “Harmonisasi Kurikulum dalam Memenuhi Kebutuhan Industri Perhotelan” pada Selasa 11 Maret 2025. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini berhasil mempertemukan akademisi dan praktisi industri untuk membahas pentingnya keselarasan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
Baca Juga: Prodi Perhotelan UBSI Gelar Workshop “Beauty and Grooming Class” untuk Mahasiswa Perhotelan
Rapat ini menghadirkan Dyah Mustika Wardani, seorang ahli di bidang perhotelan dan pariwisata, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Dyah menggarisbawahi pentingnya mengadaptasi kurikulum yang dapat memenuhi kebutuhan industri perhotelan yang terus berkembang.
“Melalui kurikulum yang tepat, kami dapat menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan oleh industri,” ujar Dyah.
Salah satu topik utama yang dibahas dalam diskusi ini adalah harmonisasi antara mata kuliah berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) dan mata kuliah non-PBL. Fokusnya adalah untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga pengalaman langsung yang relevan dengan tantangan di lapangan. Pembahasan ini bertujuan agar metode pembelajaran yang diterapkan dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan industri perhotelan yang terus berubah.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Ani Wijayanti dalam sambutannya mengatakan Harmonisasi kurikulum adalah langkah strategis yang kami ambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan adanya kesepahaman mengenai penerapan PBL (Problem-Based Learning) dan Non-PBL.
“Harmonisasi kurikulum adalah langkah strategis yang kami ambil untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan adanya kesepahaman mengenai penerapan PBL dan Non-PBL, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri perhotelan,” kata Ani.
Acara ini juga diikuti oleh para dosen dan akademisi Program Studi Perhotelan yang aktif terlibat dalam diskusi interaktif. Melalui sesi ini, para peserta berbagi pengalaman dan berbicara tentang strategi terbaik dalam mengembangkan kurikulum yang inovatif dan mampu beradaptasi dengan dinamika industri.
Dengan terlaksananya rapat ini, Universitas Bina Sarana Informatika semakin memperkuat komitmennya dalam menciptakan kurikulum yang responsif terhadap perkembangan industri, guna menghasilkan lulusan yang unggul, kompetitif, dan siap berkontribusi di dunia pariwisata dan perhotelan.(RDX)