Kainda, Alumni UBSI yang Sukses Kembangkan Brand Kuliner “TO ti Tasik” hingga ke Luar Negeri
BSINews, Tasikmalaya – Dalam upaya menghadirkan inspirasi kewirausahaan bagi mahasiswa, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya menggelar kegiatan Alumni Talk yang menampilkan sosok alumni sukses di bidang bisnis kuliner. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (31/10) di lingkungan UBSI kampus Tasikmalaya dan diikuti antusias oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Sukses Kembangkan Brand Kuliner “TO ti Tasik” hingga ke Luar Negeri
Salah satu alumni yang menjadi narasumber inspiratif adalah Kainda, pengusaha muda yang berhasil mengembangkan brand kuliner khas Sunda bernama “TO ti Tasik”. Kainda dikenal sebagai figur yang memulai usahanya sejak masih duduk di bangku kuliah dan kini sukses memperluas pasar hingga ke luar negeri.
Kainda mengisahkan awal mula perjalanannya membangun usaha nasi TO, hidangan khas Sunda yang kini menjadi produk unggulan dengan kemasan modern. Ia memulai bisnisnya dengan semangat sederhana, yaitu ingin memperkenalkan kuliner daerah kepada masyarakat yang merindukan cita rasa kampung halaman.
Menariknya, pada masa awal perintisan, produk TO ti Tasik langsung menembus pasar internasional dengan pengiriman perdana ke Hong Kong. Langkah ini diambil karena banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang merindukan makanan khas Sunda.
“Awalnya saya hanya ingin mengobati rasa rindu para TKI terhadap makanan khas daerah sendiri. Dari situlah semangat saya muncul untuk terus mengembangkan TO ti Tasik,” ujar Kainda dalam sesi berbagi kisahnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/10).
Dalam sesi tanya jawab, Kainda mendapat pertanyaan menarik dari peserta mengenai proses pengembangan produk, khususnya tentang perubahan desain kemasan yang telah dilakukan beberapa kali. Ia menjelaskan bahwa setiap perubahan dilakukan melalui evaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Ini merupakan kemasan kelima yang kami gunakan. Setiap perubahan tentu melalui proses evaluasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Desain kemasan yang baik bukan hanya soal tampilan, tapi juga kenyamanan, keamanan, dan identitas produk. Sejauh ini, perubahan justru membuat pelanggan semakin percaya,” jelasnya.
Saat membahas strategi pemasaran di era digital, Kainda menekankan pentingnya adaptasi terhadap tren dan perilaku pasar yang terus berubah.
“Strategi paling efektif adalah dengan mengikuti tren dan relevan dengan kondisi pasar. Kami selalu memperhatikan perkembangan, baik di media sosial maupun tren konsumen, agar brand kami tetap dikenal dan diminati,” ungkapnya.
Melalui kisahnya, Kainda membuktikan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan. Semangat, konsistensi, dan keberanian berinovasi menjadi kunci utama dalam membangun usahanya. Kini, TO ti Tasik tidak hanya dikenal di daerah asalnya, tetapi juga mulai menembus pasar luar negeri sebagai produk kuliner khas yang membanggakan.
Kisah Kainda menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif mampu menjadi wirausahawan muda yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing global. Dengan komitmen terhadap kualitas dan semangat pantang menyerah, ia berhasil mengangkat potensi lokal menjadi kebanggaan nasional.(Tiara Sari)