Ketika Bekasi Bicara tentang Anak Muda, Smart City, dan Panggung Keberanian

0 14

BSINews, Bekasi – Bekasi selalu punya cara unik untuk menampilkan semangat mudanya. Di tengah hiruk-pikuk kota yang tak pernah tidur, sekelompok anak muda berdiri di panggung, berbicara lantang tentang ide, inovasi, dan masa depan. Di sanalah, dalam gelaran Grand Final ICMI Speech Contest 2025 pada Selasa (28/10), semangat generasi digital Bekasi bergetar. Bukan karena gugup, tapi karena ingin didengar.

Di tengah sorotan lampu dan tepuk tangan, Ahmad Fauzi, Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bekasi, menyampaikan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar sambutan. “Keterampilan komunikasi adalah kunci sukses di era digital. Pemuda harus mampu menyampaikan ide dan solusinya dengan percaya diri agar dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya, penuh keyakinan.

Baca juga: Study Tour HIMSI UBSI Kampus Bogor: Eksplorasi Inovasi Digital di Jakarta Smart City

Baginya, berbicara bukan hanya soal keberanian berdiri di depan orang banyak, tapi tentang bagaimana suara muda bisa menjadi arah bagi perubahan. Di era Smart City, kata Ahmad Fauzi, bicara berarti berpikir, dan berpikir berarti membangun.

Kegiatan ini bukan cuma kompetisi retorika. Ia adalah arena pembuktian bahwa generasi muda Bekasi bukan hanya sibuk scroll layar, tapi juga punya ide untuk masa depan. Di panggung itu, kalimat-kalimat lahir dari keberanian; argumen tumbuh dari empati; dan semua mengalir dengan energi khas anak muda yang masih percaya bahwa dunia bisa diperbaiki dengan kata-kata.

UBSI, kampus yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, memang tak pernah berhenti memberi ruang bagi mahasiswanya untuk tumbuh. “Kami sangat bangga UBSI dipercaya menjadi tuan rumah. Ini adalah bentuk nyata kontribusi UBSI dalam mencetak talenta digital kreatif,” tambah Fauzi. Dan dari cara ia bicara, terlihat jelas bahwa kebanggaan itu bukan formalitas, ia sungguh percaya pada masa depan yang ditenun oleh mahasiswa-mahasiswanya sendiri.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pemuda adalah jantung dari gerakan Bekasi Smart City. “Jika kita berbicara Smart City, maka kita berbicara masa depan yang dibangun oleh anak muda hari ini. Mereka adalah penggerak inovasi dan pemecah masalah,” tuturnya, seolah ingin menyalakan api di dada para peserta.
Ajang seperti ini, menurutnya, tak boleh berhenti hanya pada seremoni tahunan. Ia berharap agar kompetisi sejenis terus digelar, agar semakin banyak pemuda yang berani bicara, bukan karena ingin didengar, tapi karena tahu apa yang ingin disampaikan.

Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Raih Juara Harapan 3 di Ajang Krenova dengan Inovasi Smart City Berbasis IoT

“Mari kita kuatkan sinergi antara kampus, organisasi, dan pemerintah agar pemuda dapat berkembang dan menjadi pemimpin masa depan,” pungkasnya.

Dan mungkin, di antara tepuk tangan yang menggema sore itu, ada satu kesadaran kecil yang lahir, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari kata-kata yang diucapkan dengan keberanian dan ketulusan.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.