Ketika Ide Kecil Bertemu AI, Aula Kaliabang Jadi Tempat Masa Depan Diperbincangkan
BSINews, Bekasi – Di tengah derasnya istilah Artificial Intelligence (AI) yang sering terdengar canggih, mahal, dan agak menakutkan, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang memilih jalan yang lebih membumi. Kamis, 18 Desember 2025, dari pukul 13.00 sampai sore menjelang, Aula UBSI kampus Kaliabang disiapkan sebagai ruang diskusi bernama BEYOND AI OUTLOOK 2026, tempat ide kecil diberi keberanian untuk tumbuh jadi inovasi besar.
Tema yang diusung tidak main-main, Upgrade Skill, Unlock Futurem Saat Ide Kecil Menjadi Inovasi Besar. Kalimat yang terdengar seperti poster motivasi, tapi justru relevan di zaman ketika masa depan sering terasa terlalu cepat untuk dikejar. Acara ini ditujukan untuk pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang ingin memahami AI bukan sebagai ancaman, tapi sebagai alat.
Baca juga: Menyongsong 2026, UBSI Kampus Slipi Siapkan Talenta Unggul melalui Program “Beyond AI Outlook 2026”
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kampus Kaliabang menempatkan acara ini bukan sekadar seminar satu arah. BEYOND AI OUTLOOK 2026 menjadi bagian dari program CerMAI, sebuah inisiatif besar yang menargetkan penguatan literasi AI bagi 10.000 siswa dan 5.000 guru. Angka yang tidak kecil, dan tentu bukan sekadar formalitas.
Muhamad Tabrani, Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, akan tampil sebagai keynote speaker dengan pesan yang lugas namun mengena. “Artificial Intelligence bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan. Melalui BEYOND AI OUTLOOK 2026, UBSI ingin mendorong pelajar dan mahasiswa agar mampu meningkatkan skill, berpikir kritis, dan menciptakan inovasi yang berdampak nyata bagi masa depan,” ujarnya.
Diskusi bakal semakin kaya dengan kehadiran Suhardi, Partner DICO yang dikenal sebagai AI Specialist sekaligus PR Specialist. Ia membawa perspektif praktis tentang bagaimana AI bisa dimanfaatkan secara etis, strategis, dan tetap manusiawi.
Di sisi lain, Cep Adiwiharja, seorang dosen dan AI researcher, menambahkan lapisan akademik yang membuat peserta memahami bahwa teknologi selalu punya konteks sosial, bukan sekadar barisan kode.
Menariknya, kegiatan ini tidak hanya digerakkan oleh dosen dan praktisi. Ketua Pelaksana acara adalah Syifa, mahasiswa penerima Beasiswa Jalur Undangan UBSI. Ia menekankan bahwa BEYOND AI OUTLOOK 2026 dirancang agar dekat dengan cara berpikir generasi muda.
“Kami ingin ini jadi ruang belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan aplikatif. Peserta bukan cuma paham AI, tapi juga berani mengembangkan ide kecil menjadi inovasi besar,” katanya. Pendekatan ini membuat AI terasa lebih ramah. Tidak menggurui. Tidak mengintimidasi. Justru mengajak.
Baca juga: UBSI Kampus Ciledug Dorong Pengembangan Personal Branding Lewat Seminar Beyond AI Outlook 2026
Selain materi yang padat, peserta juga akan mendapatkan berbagai fasilitas seperti e-sertifikat, doorprize, dan tentu saja premium knowledge. Istilah yang di sini bukan sekadar gimmick, tapi pengalaman belajar yang relevan dengan realitas hari ini. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, meski kuotanya terbatas.
Bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin ikut, pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan https://bit.ly/BJUKLA2025. Satu klik kecil yang mungkin saja menjadi awal perubahan besar.
Lewat BEYOND AI OUTLOOK 2026, UBSI kampus Kaliabang kembali menegaskan posisinya bukan hanya sebagai tempat kuliah, tetapi sebagai ruang tumbuh.(ACH)