Ketika Ilmu Menyeberangi Laut, Semangat Kolaborasi Riset UBSI dan UNP
BSINews, Bekasi – Jatiwaringin siang itu tak seperti biasanya. Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) berubah jadi ruang pertemuan dua dunia akademik, Indonesia dan Filipina. Di sana, tawa dan diskusi berpadu dalam bahasa yang universal, bahasa ilmu pengetahuan.
Kegiatan Research Sharing yang digelar pada Kamis, 6 November 2025 ini menjadi babak baru dari Program International Student Mobility antara UBSI dan University of Northern Philippines (UNP).
Baca juga: Kelas yang Menyatukan Dunia, Saat Dosen Filipina Mengajar di Kaliabang
Kehadiran dua pembicara dari UNP, Dr. Glenn Paul E. Briones, PhD dan Sir Jhonnino A. Serdenia, MBA seperti membawa napas segar ke ruang-ruang dosen Manajemen dan Akuntansi UBSI. Mereka tak datang membawa teori kaku, melainkan pengalaman hidup di dunia riset yang kaya makna, bagaimana penelitian bisa membumi tanpa kehilangan idealismenya.
Dari sisi UBSI, hadir para dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Pusat Kajian UBSI. Mereka datang bukan sekadar mendengar, tetapi berdialog, berbagi pandangan, dan menyalakan semangat baru untuk berkolaborasi lintas batas.
Dalam paparannya, Dr. Glenn menekankan bahwa riset bukanlah kompetisi, melainkan kolaborasi, “We don’t research to prove who’s smarter, but to make our societies better.” Kalimat itu sontak membuat banyak peserta mengangguk pelan, mungkin karena mereka tahu, di balik tumpukan jurnal dan angka sitasi, ada misi kemanusiaan yang jauh lebih besar.
Sementara itu, Sir Jhonnino menambahkan bahwa kerja sama antar kampus seperti ini adalah wujud nyata dari shared growth. “When we collaborate, we grow together. Our knowledge, our vision, and our hearts as educators,” ujarnya, dengan logat Filipina yang hangat.
Kegiatan ini bukan hanya soal presentasi PowerPoint atau pertukaran MoU yang sering berakhir di arsip fakultas. Di Jatiwaringin sore itu, yang hadir adalah semangat nyata untuk membangun jembatan penelitian antara College of Business Administration and Accounting UNP dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI. Ada rencana konkret untuk melahirkan joint research, paper collaboration, hingga kegiatan akademik bersama yang berkelanjutan.
Jimmi selaku Kepala Kantor Urusan Internasional UBSI, menyampaikan refleksi yang tak kalah menarik, “Kegiatan ini bukan hanya memperkaya wawasan dosen, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk melakukan riset yang berdampak. Ilmu akan hidup kalau dibagikan, dan kolaborasi ini membuktikan hal itu.”
Baca juga: Dari Ilocos ke Cawang! Cerita Pertemuan Dua Dunia di Program Student Mobility
Di akhir acara, suasana masih terasa hangat. Dosen-dosen dari dua negara ini tampak berdiskusi sambil tertawa kecil, seolah tembok bahasa dan budaya tak lagi berarti. Di antara mereka, ada harapan yang sama bahwa riset lintas negara bukan cuma wacana, tapi perjalanan panjang menuju dunia akademik yang lebih manusiawi.
Barangkali, di sanalah letak indahnya ilmu. Ia tidak berhenti di jurnal, tapi melintasi lautan, menyatukan pikiran, dan menyalakan semangat untuk terus belajar bersama.(ACH)