Ketika Skripsi Berubah Jadi Solusi Nyata, Cerita Anak Kampus Bikin Aplikasi Kontrak untuk Dunia Industri
BSINews, Karawang – Kalau kamu pikir tugas akhir alias skripsi itu cuma jadi tumpukan kertas di ruang dosen pembimbing, maka cerita anak-anak Sistem Informasi dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang ini layak kamu baca sambil ngopi.
Soalnya, skripsi mereka bukan cuma lulus-lulusan semata. Tapi beneran nyemplung ke dunia nyata, menyentuh industri, dan menyelesaikan masalah yang nyata pula. Bukan soal “membuat sistem peminjaman buku perpustakaan berbasis web yang nggak dipakai siapa-siapa”, tapi sistem pengelolaan kontrak dan manajemen proyek buat sebuah perusahaan real, CV Darma Negara.
Namanya keren juga, Sikodar. Singkatan dari Sistem Informasi Kontrak CV Darma Negara. Sebuah aplikasi berbasis web yang dibikin buat memudahkan manajemen kontrak kerja, pelaporan proyek, dan pencatatan aktivitas. Singkatnya, segala yang sebelumnya ribet dan manual, kini bisa dilihat cukup lewat layar monitor.
Sikodar ini diserahkan langsung ke Direktur CV Darma Negara, Syeli Fajri Isnayni, pada 12 Juli 2025 lalu. Bukan sekadar formalitas, Syeli bahkan bilang kalau aplikasi ini benar-benar membantu. Sebuah pernyataan langka, karena tidak semua proyek mahasiswa benar-benar dipakai oleh perusahaan yang dituju. Kebanyakan mentok di folder projekSkripsiFinalFinalBangetFix.docx.
Yang bikin menarik, para mahasiswa ini nggak cuma ngoding buat lulus. Tapi mereka juga menempuh jalan berliku, yakni observasi, wawancara, menyusun dokumentasi teknis, sampai presentasi ke dunia profesional. Semua dilakukan demi satu hal agar aplikasi ini berguna, bukan hanya bagi nilai akhir.
Menurut Kaprodi Sistem Informasi UBSI Kampus Karawang Abdussomad, ini semua bagian dari visi besar UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yaitu ngajarin mahasiswa bukan cuma hafalan teori atau hafalan definisi ‘data flow diagram’, tapi juga membekali mereka supaya bisa langsung ngasih solusi ke industri.
Dan memang, di era transformasi digital kayak sekarang, yang dibutuhin dunia industri bukan cuma sarjana yang bisa ngetik skripsi 100 halaman, tapi orang yang bisa bikin sistem kerja jadi lebih efisien, cepat, dan akurat. Gagal login aja bisa bikin kacau satu proyek. Apalagi kalau kontrak kerja hilang karena masih disimpan di tumpukan kertas bindil di atas lemari.
Nah, Sikodar hadir sebagai penawar. Dan bukan cuma menyelesaikan masalah CV Darma Negara, tapi juga membuka jalan bagi para mahasiswa UBSI buat punya portofolio keren sebelum mereka resmi lulus. Bukan nggak mungkin, pengalaman ini jadi batu loncatan mereka ke industri teknologi yang lebih besar.
Sikodar sendiri masih punya potensi buat terus dikembangkan. Misalnya diintegrasi dengan aplikasi mobile, fitur notifikasi real-time, atau dashboard yang bisa membaca data dan kasih insight pakai AI. Kalau terus digarap, bukan mustahil Sikodar bakal punya versi 2.0, 3.0, atau bahkan jadi startup digital lokal yang disegani.
Cerita ini jadi bukti bahwa skripsi itu bisa lebih dari sekadar tugas akhir. Ia bisa jadi awal dari kontribusi nyata ke masyarakat. Bisa jadi jalan buat mahasiswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari bertahun-tahun ternyata bisa menyelesaikan masalah dunia nyata, bukan cuma jawaban ujian pilihan ganda.
Baca juga: Transformasi Skripsi Jadi Inovasi: Aplikasi SDM Mahasiswa UBSI Tembus Dunia Kerja
Dan lebih jauh lagi, ini tentang kolaborasi kampus dan industri yang betul-betul hidup. Bukan hanya dalam bentuk MoU foto-foto di aula, tapi nyata dalam bentuk kode, sistem, dan solusi yang bekerja.
Karena pada akhirnya, belajar itu bukan cuma soal dapat nilai A, tapi juga tentang bikin hidup orang lain sedikit lebih mudah. Dan siapa sangka, jalan ke situ bisa dimulai dari tugas akhir mahasiswa.(ACH)