BSINews, Bogor – Dunia pendidikan kini semakin dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Menjawab tantangan tersebut, SMAN 10 Kota Bogor bekerja sama dengan Digital Creative Community (DICO) dan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor menggelar kegiatan bertema “Koding untuk Guru: Dari Logika ke Inovasi Pembelajaran” pada Selasa (30/9). Acara berlangsung di Aula SMAN 10 Kota Bogor.
Workshop ini menghadirkan Amin Nur Rais, selaku Partner of DICO dan Tim Data Analis UBSI. Ia membagikan wawasan seputar pentingnya pemahaman logika dalam koding serta bagaimana guru dapat mengimplementasikan Artificial Intelligence (AI) untuk menciptakan metode pembelajaran yang inovatif, mudah, dan menyenangkan.
Apresiasi dan Antusias Peserta
Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Bogor, Enung Nuripah, menyampaikan apresiasi atas dukungan DICO dan UBSI dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada DICO dan UBSI Kampus Bogor yang telah menghadirkan kegiatan bermanfaat ini. Workshop koding untuk guru menjadi bekal penting bagi tenaga pendidik agar lebih adaptif menghadapi era digital,” ujar Enung dalam keterangan tertulis, Rabu (1/10).
Salah satu guru sekaligus peserta kegiatan, Yuni, juga mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti workshop ini.
“Melalui kegiatan ini, kami para guru bisa merealisasikan inovasi pembelajaran dengan bantuan koding dan AI. Proses belajar jadi lebih mudah, interaktif, dan menyenangkan,” tuturnya.
Baca juga: SMAN 10 Kota Bogor Bekali Guru dengan AI untuk Pendidikan Masa Depan
Kegiatan ini juga semakin istimewa dengan hadirnya M. Dzikru, alumni SMAN 10 yang kini berstatus mahasiswa UBSI. Ia berhasil menciptakan case game Roblox bertema sekolah SMAN 10, dan prestasi tersebut mengantarkannya meraih beasiswa kuliah di UBSI. Kehadirannya menjadi inspirasi nyata bagi guru dan siswa bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat membuka peluang besar di masa depan.
Dengan dukungan dari DICO dan UBSI kampus Bogor sebagai Kampus Digital Kreatif, kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi para guru untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan teknologi digital. Tidak hanya sebatas teori, tetapi juga mengaplikasikan koding dan AI sebagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan karakter siswa masa kini.(Tiara Sari)