BSINews, Pontianak — Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) bekerjasama dengan Generasi Digital Indonesia (Gradasi) dan Universitas Tanjungpura (Untan) menggelar seminar bertajuk “Menumbuhkan Kemampuan Literasi Digital dan Antisipasi Hoax di Era Kebebasan,” pada Kamis, 15 April 2021. Acara yang berlangsung di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak, ini dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk pendidik dan mahasiswa di Kota Pontianak.
Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi digital serta strategi mengantisipasi penyebaran informasi palsu (hoax) di tengah era kebebasan informasi. Universitas BSI, sebagai salah satu pihak penyelenggara, berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi masyarakat dalam menghadapi tantangan digital.
Yoki Firmansyah, seorang relawan dari Gradasi sekaligus dosen Universitas BSI kampus Pontianak, menjadi narasumber utama dalam kegiatan ini. Dalam pemaparannya, Yoki menekankan pentingnya literasi digital sebagai pondasi dalam menghadapi banjir informasi yang tidak selalu akurat.
Baca juga : Universitas BSI Bagikan Kiat Sukses Sertifikasi Python
“Di era digital ini, kita harus memiliki kemampuan untuk memilah informasi dengan baik. Hoax dapat menyesatkan dan berdampak buruk bagi masyarakat. Oleh karena itu, penting gradasibagi kita untuk memahami cara mengidentifikasi informasi yang valid,” ujar Yoki di hadapan peserta seminar.
Seminar ini diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.30 WIB, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Gradasi yang menekankan tujuan utama kegiatan ini. Sesi utama dimulai pukul 09.30 WIB, di mana Yoki membagikan wawasan terkait literasi digital, mulai dari pengenalan konsep dasar hingga langkah-langkah praktis dalam mengantisipasi hoax.
Kolaborasi Universitas BSI, Gradasi, dan UNTAN, Tumbuhkan Kesadaran Literasi Digital dan Anti-Hoax
“Teknologi berkembang pesat, dan dengan itu muncul pula tantangan baru. Kita harus siap menghadapi hoax yang menyebar cepat melalui platform digital, dan literasi digital menjadi kunci utamanya,” tegas Yoki.
Acara berlangsung dengan suasana interaktif, terutama pada sesi tanya jawab. Para peserta yang antusias berdiskusi langsung dengan narasumber, membahas berbagai masalah yang sering mereka hadapi terkait informasi digital dan hoax.
“Kita harus selalu waspada dan cerdas dalam menyaring informasi, terutama di media sosial. Jangan mudah percaya, periksa dulu sumbernya sebelum membagikan ke orang lain,” tambah Yoki saat menjawab salah satu pertanyaan dari peserta.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan bahwa para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menjadi agen perubahan dalam memerangi hoax dan meningkatkan literasi digital di masyarakat. Universitas BSI bersama Gradasi dan Universitas Tanjungpura berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang cerdas dan kritis di era digital.
Seminar tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas BSI untuk terus berkontribusi dalam membangun generasi yang lebih melek digital dan mampu mengatasi tantangan era informasi.