BSINews, Tasikmalaya — Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya kembali menorehkan prestasi melalui keberhasilan memperoleh Hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026. Melalui program bertajuk Pendampingan Inovasi Produk Kreatif Hibrida Limbah Tekstil Mendong dengan Penguatan Manajemen Usaha Berbasis Teknologi Informasi pada UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya, tim dosen berhasil menghadirkan inovasi yang mengubah limbah tekstil dan mendong menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Tim pengabdian dipimpin oleh Bambang Kelana Simpony dengan anggota Dini Silvi Purnia, Cepi Cahyadi, Reza Adzi Permana, dan Ilham Farhanul Hakim. Program yang didanai Kemendiktisaintek tersebut dilaksanakan pada 23 hingga 31 Mei 2026 dengan fokus pada pengembangan produk kreatif berbahan mendong dan limbah tekstil, penguatan manajemen usaha berbasis teknologi informasi, serta peningkatan kapasitas pemasaran digital bagi UMKM Jempol Jaya Tasikmalaya.
Bambang menjelaskan bahwa kerajinan mendong memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan melalui sentuhan inovasi. Oleh karena itu, tim pengabdian mendorong pemanfaatan limbah tekstil sebagai material pendukung untuk menghasilkan produk yang lebih menarik, modern, dan memiliki nilai jual lebih tinggi.
Dosen UBSI Dorong Inovasi Produk Hibrida Mendong dan Limbah Tekstil
โKerajinan mendong merupakan salah satu potensi unggulan daerah yang perlu terus dikembangkan. Melalui program ini, kami berupaya mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar modern,โ ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (2/6).
Selama pelaksanaan program, peserta mendapatkan berbagai pelatihan mulai dari manajemen usaha berbasis teknologi informasi, inovasi produk kreatif mendong tekstil, packaging dan fotografi produk, hingga pemasaran digital. Melalui pendampingan tersebut, pelaku UMKM dibekali keterampilan yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Hasil program menunjukkan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan mitra. Berdasarkan hasil evaluasi, pemahaman peserta terkait inovasi produk mendong tekstil meningkat dari 5 persen menjadi 80 persen. Kemampuan pemasaran digital meningkat dari 10 persen menjadi 75 persen, sementara kemampuan manajemen usaha berbasis teknologi informasi naik dari 5 persen menjadi 75 persen. Adapun kemampuan fotografi produk meningkat hingga 80 persen dari kondisi awal sebesar 5 persen.
Dini Silvi Purnia menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan usaha di era saat ini. Menurutnya, UMKM tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus mampu memasarkan produknya secara efektif melalui berbagai platform digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca juga :ย FGD Hibah Kemdiktisaintek Jadi Bukti Kiprah Dosen UBSI Kampus Sukabumi Dorong Modernisasi Budidaya Ikan
Keberhasilan program ini turut dirasakan oleh UMKM Jempol Jaya. Pemilik usaha, Ade Sandi, mengaku mendapatkan banyak wawasan dan keterampilan baru yang membantu pengembangan usahanya. Inovasi produk hasil perpaduan mendong dan limbah tekstil dinilai memberikan nilai tambah sekaligus menjadi keunggulan kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.
Melalui keberhasilan meraih Hibah Kemendiktisaintek 2026, dosen UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif tidak hanya menunjukkan prestasi dalam memperoleh pendanaan kompetitif nasional, tetapi juga membuktikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan UMKM. Inovasi pemanfaatan limbah tekstil dan mendong menjadi produk kreatif bernilai ekonomi tinggi diharapkan dapat mendukung pertumbuhan usaha masyarakat sekaligus mendorong terciptanya ekonomi yang lebih berkelanjutan.