LOM Pembelajaran Digital UBSI Dapat Respons Positif dari STT Wastukancana

0 8

BSINews, Jakarta – Inovasi pembelajaran digital tidak hanya diuji dari bagaimana materi dibuat, tetapi juga dari bagaimana materi tersebut diterima dan dipahami oleh pengguna. Learning Object Materials (LOM) yang dikembangkan Tim Hibah Inovasi Pembelajaran Digital (IPD) 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mendapat respons positif dari mitra STT Wastukancana karena dinilai menarik dan memberikan perspektif baru dalam proses pembelajaran.

Respons tersebut disampaikan Wakil Ketua STT Wastukancana, Dr. Muhammad Rafi Muttaqin dalam kegiatan Diseminasi Hasil Transformasi Pembelajaran Digital Berbasis Case Method dan Project-Based Learning pada Mata Kuliah Jaringan Komputer yang berlangsung di Asyana Hotel Pemuda pada Rabu (16/9).

Baca juga: Hibah Dosen UBSI Kembangkan Learning Object Materials untuk Pembelajaran Jaringan Komputer Berbasis Proyek

LOM Pembelajaran Digital

Salah satu hal yang mendapat perhatian Rafi adalah penerapan Case Method dalam LOM yang dikembangkan tim hibah dosen UBSI. Menurutnya, pendekatan tersebut memberikan perspektif yang menarik dan berpotensi untuk diperkenalkan lebih lanjut kepada para dosen di STT Wastukancana.

“Materinya sungguh menarik. Apalagi mengenai Case Method, mungkin kami perlu menyosialisasikan kembali kepada dosen-dosen kami mengenai Case Method tersebut,” ujar Rafi, Rabu (16/9).

Bagi Rafi, menariknya pendekatan tersebut bukan hanya terletak pada materi yang digunakan, tetapi juga pada perubahan cara memulai proses pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran lebih banyak dimulai dengan teori kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kasus, Case Method dapat membawa mahasiswa berhadapan dengan kasus terlebih dahulu.

Dari kasus tersebut, mahasiswa kemudian diarahkan untuk memahami teori-teori yang relevan sebagai dasar dalam menganalisis dan mencari penyelesaian.

“Selama ini kami masih berdasarkan teori dulu, kemudian baru menjelaskan kasusnya. Ternyata harusnya dibalik, dari kasus terlebih dahulu, barulah teori-teori yang mendukung kasus tersebut,” jelasnya.

Video Pembelajaran Dinilai Lebih Dekat dengan Implementasi

Respons positif juga datang dari Dosen Jaringan Komputer STT Wastukancana, Yusuf Muhyidin yang memberikan tanggapan terhadap video pembelajaran sebagai salah satu bagian dari LOM.

Yusuf menilai video tersebut memiliki daya tarik bagi mahasiswa, terutama melalui aspek visual dan penyuntingannya. Penyajian tersebut dinilai dapat membantu menghubungkan materi yang bersifat teoritis dengan penerapannya dalam konteks infrastruktur jaringan.

“Video tersebut menarik untuk mahasiswa dengan editing yang modern. Tentunya video pembelajaran ini dapat menjembatani kompleksitas teori dan realitas implementasi infrastruktur dengan memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret,” ujar Yusuf, Rabu (16/9).

Tanggapan dari mitra menjadi bagian penting dalam proses pengembangan LOM IPD 2026. Masukan tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana materi pembelajaran yang dikembangkan UBSI diterima dari perspektif institusi mitra, sekaligus membuka ruang untuk penyempurnaan.

Baca juga: Hibah Dosen UBSI Kembangkan Pembelajaran Jaringan Komputer Berbasis Kasus dan Proyek

Lebih dari sekadar menghasilkan materi digital, respons tersebut menunjukkan adanya ruang untuk memperluas pemanfaatan LOM dalam pembelajaran. Pendekatan Case Method dan video pembelajaran menjadi dua bagian yang dapat dikembangkan lebih lanjut agar pengalaman belajar Jaringan Komputer semakin dekat dengan persoalan dan penerapan nyata.

Bagi Tim IPD UBSI, diseminasi akhirnya bukan sekadar momentum untuk memperkenalkan hasil pengembangan. Forum tersebut juga menjadi ruang untuk mendapatkan perspektif dari mitra dan melihat kemungkinan pengembangan pembelajaran digital agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Leave A Reply

Your email address will not be published.