LSP UBSI Gelar Rapat Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi

0 47

BSINews, JakartaUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menyelenggarakan Rapat Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi dengan melibatkan seluruh Ketua Program Studi (Kaprodi) utama dan PSDKU. Kegiatan ini menghadirkan 37 kaprodi dari Fakultas Teknik dan Informatika (FTI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Komunikasi dan Bahasa (FKB). Acara berlangsung pada Jumat, (15/8) di Smart Class Gedung Rektorat, Kramat 98, Jakarta, dengan format hybrid yang memungkinkan partisipasi daring dan luring sekaligus.

UBSI sebagai kampus digital kreatif berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan sertifikasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Melalui rapat ini, LSP UBSI menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara dunia akademik dengan dunia kerja. Dengan melibatkan berbagai kaprodi, skema sertifikasi yang dirancang diharapkan mampu menjawab kebutuhan kompetensi sesuai bidang masing-masing, sekaligus mendukung standar nasional yang berlaku.

LSP UBSI Gelar Rapat Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi

Direktur LSP UBSI, Firmansyah, dalam sambutannya menekankan bahwa pengembangan skema ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas lulusan UBSI. Ia menyampaikan, “Kolaborasi dengan seluruh Kaprodi menjadi langkah penting agar skema sertifikasi yang dikembangkan benar-benar relevan dengan kompetensi yang dibutuhkan program studi, sekaligus selaras dengan standar industri dan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ungkapnya.

Rapat ini juga membahas strategi penyelarasan kurikulum akademik dengan standar yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Hal ini menjadi krusial karena dengan sertifikasi kompetensi, mahasiswa UBSI tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga pengakuan profesional yang diakui secara nasional.

Baca juga: Direktur LSP UBSI Turut Hadir dalam Penjajakan Kerja Sama Strategis Bersama ABPPTSI

Selain itu, pengembangan skema sertifikasi di lingkungan UBSI dianggap sebagai salah satu langkah konkret untuk mendukung program link and match yang dicanangkan pemerintah. Program ini menekankan pentingnya keselarasan antara perguruan tinggi dan kebutuhan industri, sehingga lulusan perguruan tinggi benar-benar siap menghadapi tantangan global.

Dengan terselenggaranya rapat ini, UBSI berharap dapat memperkuat peran LSP sebagai fasilitator sertifikasi profesi di lingkungan kampus. Harapannya, semakin banyak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang mumpuni untuk bersaing di pasar kerja modern.(Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.