Mahasiswa Harus Aware, Backup Data Saat Tugas Akhir dan Skripsi Itu Penting
BSINews, Tasikmalaya – Menjelang akhir semester, banyak mahasiswa tingkat akhir mulai fokus menyelesaikan tugas akhir (TA) dan skripsi. Namun ditengah kesibukan mengetik, mengolah data, dan menyusun laporan, masih banyak yang lupa satu hal penting: melakukan backup data secara berkala.
Dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Tasikmalaya, Bambang Kelana Simpony, mengingatkan mahasiswa untuk tidak mengabaikan risiko kehilangan data digital akibat kelalaian teknis, perangkat rusak, atau serangan siber.
“Saya sudah berkali-kali menemui mahasiswa yang kehilangan file tugas akhir karena laptop error, flashdisk hilang, atau file terhapus tanpa sengaja. Ini masalah klasik, tapi masih terus terjadi,” kata Bambang, dalam keterangan rilis, Kamis (10/7).
Baca juga: Lagi Cari Ide Skripsi Akuntansi? Cek 5 Tren Penelitian Ini!
Menurutnya, backup seharusnya menjadi rutinitas harian bagi mahasiswa yang sedang menyusun karya ilmiah. Ia menyarankan penggunaan penyimpanan awan (cloud storage) seperti Google Drive, OneDrive, atau Dropbox, serta menyimpan salinan cadangan di perangkat terpisah.
“Data akademik adalah aset penting. Kehilangan file bisa berarti kehilangan waktu, tenaga, bahkan semangat. Padahal dengan backup sederhana, semua bisa dihindari,” tambahnya.
Universitas BSI kampus Tasikmalaya sebagai Kampus Digital Kreatif, selalu mengintegrasikan pemahaman literasi digital termasuk manajemen file, keamanan data, dan tata kelola dokumen ilmiah ke dalam pembinaan akademik dan mata kuliah pendukung.
Hal ini sejalan dengan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang cakap teknologi dan tangguh dalam menyelesaikan proses akademik secara mandiri.
Baca juga: Skripsi atau Kerja? Mahasiswa Karawang Hadapi Dilema Menjelang Kelulusan
Dengan biaya kuliah yang terjangkau dan fasilitas digital yang memadai, Universitas BSI kampus Tasikmalaya mendukung mahasiswa tidak hanya dari sisi pengajaran, tapi juga dalam membangun kebiasaan digital yang cerdas dan aman.
“Kalau kamu bisa ngetik berjam-jam, masa sih nggak sempat klik ‘save as’ ke tempat lain?,” tutup Bambang.