Mahasiswa Penerima Beasiswa UBSI Rancang Bootcamp Ramadhan 2026 untuk Asah Kompetensi dan Karakter
BSINews, Karawang – Mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Bina Sarana Informatika melalui UBSI Kampus Karawang merancang program Bootcamp Ramadhan yang akan digelar selama bulan suci Ramadhan 2026 di lingkungan kampus. Kegiatan ini diproyeksikan sebagai ruang pengembangan kompetensi akademik dan soft skills, sekaligus mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan aktivitas produktif dan terarah.
Bootcamp Ramadhan melibatkan mahasiswa beasiswa dari berbagai program studi dengan pendampingan dosen serta tim akademik kampus. Konsep yang diusung berbentuk kelas intensif, diskusi tematik, dan praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.
Baca juga: Kuliah dengan Beasiswa Talenta Digital di UBSI Kampus Tangerang, Saatnya Skill Jadi Jalan Masa Depan
Materi yang disiapkan mencakup penguatan literasi digital, manajemen waktu, komunikasi profesional, hingga pengembangan mini project berbasis keilmuan masing-masing program studi. Seluruh rangkaian dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengimplementasikan ide secara konkret.
Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Mohamad Syamsul Aziz, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa berprestasi agar terus berkembang secara akademik dan karakter.
“Kami ingin Ramadhan menjadi momentum pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas mahasiswa beasiswa. Mereka adalah representasi generasi unggul yang harus terus diasah kompetensinya, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga melalui kegiatan pengembangan seperti ini,” ujarnya dalam keterangan rilis di Karawang, Selasa (3/3).
Melalui skema mini project yang dipresentasikan di akhir program, mahasiswa dilatih untuk bertanggung jawab terhadap ide yang mereka rancang. Proses ini juga mendorong kolaborasi tim dan kemampuan problem solving secara terstruktur.
Tarisa, salah satu panitia dari mahasiswa penerima beasiswa, menyampaikan bahwa Bootcamp Ramadhan menjadi pengalaman berbeda dibandingkan kegiatan ngabuburit pada umumnya.
“Bootcamp ini membuat kami merasa diperhatikan dan ditantang untuk berkembang. Ngabuburit tidak lagi sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi menjadi kesempatan belajar yang bermakna dan berdampak,” katanya.
Sementara itu, Staf Markom UBSI kampus Karawang, Walim, menjelaskan bahwa pendekatan bootcamp dipilih untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis.
“Konsep bootcamp memungkinkan mahasiswa belajar secara intensif dan aplikatif. Kami ingin mereka terbiasa aktif, adaptif, dan siap menghadapi perubahan industri digital,” ujarnya.
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter disiplin, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja dalam tim. Melalui inisiatif Bootcamp Ramadhan 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kretif terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja di era digital.