BSINews, Jakarta — Program Studi Penyiaran Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pemuda menggelar Workshop bertajuk “Penyutradaraan Singlecam dan Multicam” pada Jumat (19/12), bertempat di Gedung Serba Guna UBSI kampus Pemuda. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 3 sebagai bagian dari penguatan kompetensi praktis di bidang produksi siaran. UBSI terus berupaya menghadirkan pembelajaran aplikatif yang selaras dengan kebutuhan industri penyiaran.
Mahasiswa Penyiaran UBSI Dalami Teknik Penyutradaraan
Workshop ini menghadirkan Hengki Christian IR, praktisi sekaligus sutradara berpengalaman di industri penyiaran, sebagai narasumber utama. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai perbedaan konsep, alur kerja, serta tantangan teknis dalam penyutradaraan single camera dan multi camera, mulai dari tahap pra-produksi, produksi, hingga pasca-produksi.
Dalam pemaparannya, Hengki menjelaskan bahwa teknik singlecam memungkinkan sutradara lebih leluasa dalam mengatur sudut pengambilan gambar, pencahayaan, serta ekspresi visual sehingga menghasilkan karya yang lebih sinematik. Teknik ini umumnya digunakan dalam produksi film, drama, dan konten berbasis storytelling yang kuat.
“Singlecam memberi ruang kreativitas yang lebih luas bagi sutradara untuk membangun emosi dan visual cerita secara detail,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (20/12).
Sementara itu, teknik multicam dijelaskan sebagai pendekatan yang menggunakan beberapa kamera secara bersamaan untuk merekam satu adegan dari berbagai sudut. Teknik ini dinilai lebih efisien dan banyak diterapkan pada produksi siaran langsung, talk show, dan program dengan tingkat interaksi tinggi.
Workshop dipandu oleh Achmad Haikal selaku staf Program Studi Penyiaran yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab, di mana mahasiswa aktif menggali pengalaman lapangan serta penerapan kedua teknik tersebut dalam produksi televisi dan konten digital.
Ketua Program Studi Penyiaran, Nina Kusumawati, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori yang diperoleh di kelas dengan praktik nyata di industri. Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan teknis, kreativitas, serta kesiapan menghadapi dunia kerja di bidang penyiaran.
Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dengan melibatkan profesional industri, guna mencetak lulusan penyiaran yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing. (Alisa)