Mahasiswa RPL UBSI Gelar Game On! 2026, Tiga Mobile Game Karya Mahasiswa Diuji Langsung oleh Pengunjung
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menggelar Game On! 2026 di UBSI kampus Cengkareng, Selasa (7/7). Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 15.00 WIB ini menjadi ajang pameran karya sekaligus game play test, di mana pengunjung dapat mencoba langsung mobile game hasil pengembangan mahasiswa selama mengikuti perkuliahan.
Mengusung tema “Show Your Game, Share Your Story”, kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa semester 4 sebagai luaran mata kuliah Mobile Game. Melalui pameran tersebut, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil pengembangan aplikasi permainan, tetapi juga memperoleh umpan balik langsung dari para pemain sebagai bagian dari proses evaluasi produk.
Tiga game dengan konsep dan genre berbeda berhasil dipamerkan, yaitu Underworld Knight, Rooftop Harvest, dan Sail or Fail. Masing-masing menghadirkan pengalaman bermain yang unik sekaligus menunjukkan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk digital berbasis teknologi.
Selama pameran berlangsung, pengunjung diberi kesempatan memainkan setiap game, kemudian memberikan penilaian terkait kenyamanan kontrol, tampilan visual, mekanisme permainan, tingkat kesulitan, hingga pengalaman bermain secara keseluruhan. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi setiap tim pengembang untuk menyempurnakan produk yang telah dibuat.
Dosen pengampu mata kuliah Mobile Game, Jordy Lasmana Putra, menjelaskan bahwa Game On! 2026 merupakan implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menunjukkan bahwa mereka mampu membuat game, tetapi juga belajar bagaimana produknya digunakan dan dinilai langsung oleh pemain. Masukan dari pengunjung menjadi bagian penting untuk melihat kekurangan dan potensi pengembangan dari game yang telah dibuat,” ujar Jordy dalam keterangan rilis yang diterima pada pada Rabu (15/7).
Ia menambahkan bahwa proses pembelajaran tidak berhenti pada tahap pengembangan aplikasi, tetapi juga mencakup kemampuan memperkenalkan produk kepada publik serta menerima kritik dan saran sebagai bekal dalam pengembangan selanjutnya.
“Target pembelajaran kami bukan sekadar game selesai dan mendapatkan nilai. Mahasiswa perlu merasakan proses membangun sebuah produk digital, memperkenalkannya kepada publik, lalu menerima kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi. Pengalaman seperti ini yang ingin kami hadirkan melalui Game On! 2026,” tambah Jordy.
Salah satu karya yang menarik perhatian pengunjung adalah Underworld Knight, game bergenre Action Adventure, Hack and Slash, dan Fantasy yang dikembangkan oleh tim yang dipimpin Akhmad Arjito. Game bertema medieval tersebut mengisahkan seorang ksatria kerajaan yang berusaha merebut kembali harta kerajaan dari pasukan monster.
Menurut Akhmad, kesempatan bertemu langsung dengan pemain memberikan perspektif baru bagi timnya dalam melihat kualitas produk yang telah dikembangkan.
“Selama ini kami mengembangkan dan menguji game dari sudut pandang tim. Ketika dimainkan langsung oleh pengunjung, kami mendapatkan perspektif baru, terutama terkait pengalaman bermain dan bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki,” ungkap Akhmad dalam keterangan rilis yang diterima pada pada Rabu (15/7).
Sementara itu, Rooftop Harvest hadir sebagai game bergenre Farming Management Simulation yang dikembangkan oleh tim di bawah koordinasi Maladi. Game ini mengajak pemain mengelola kebun sayur di atap kos sebagai sumber penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan hidup, menghadirkan konsep simulasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Berbeda dengan dua game sebelumnya, Sail or Fail mengusung genre Endless Runner dan Arcade. Game karya tim yang dipimpin Bayu Setiawan tersebut mengisahkan petualangan seorang bajak laut buronan yang harus bertahan dari kejaran marinir sambil menghindari berbagai rintangan di tengah lautan.
Selain mengasah kemampuan teknis dalam pengembangan perangkat lunak, kegiatan ini juga melatih mahasiswa untuk mempresentasikan produk, membangun komunikasi dengan pengguna, menerima masukan, hingga melakukan evaluasi berdasarkan pengalaman nyata para pemain.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus menghadirkan pembelajaran berbasis praktik agar mahasiswa mampu menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri digital. Melalui kegiatan seperti Game On! 2026, mahasiswa didorong untuk membangun portofolio sejak di bangku kuliah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi perkembangan industri game dan ekonomi kreatif yang terus bertumbuh.
Bagi generasi muda yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang pemrograman, game development, dan teknologi digital, UBSI membuka kesempatan melalui berbagai program studi berbasis teknologi. Informasi lengkap mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.