Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Bogor Perdalam Literasi Pasar Modal melalui Kunjungan ke Bursa Efek Indonesia
BSINews, Bogor – Program Studi Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor sukses menyelenggarakan kunjungan studi ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (30/6). Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.30 WIB ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Bogor, kampus Sukabumi, dan kampus Utama. Kunjungan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa mengenai pasar modal, mekanisme perdagangan efek di Indonesia, serta memberikan pengalaman belajar praktis melalui pemanfaatan aplikasi IDX Mobile.
Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi UBSI Perdalam Literasi Pasar Modal melalui Kunjungan ke Bursa Efek Indonesia
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Sukabumi, Agung Wibowo. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai sarana memperluas wawasan mengenai dunia investasi dan pasar modal.
“Melalui kunjungan studi ini, kami berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih komprehensif, tidak hanya memahami teori di ruang kuliah, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana mekanisme pasar modal berjalan. Pengetahuan ini akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia kerja dan industri keuangan digital,” ujar Agung dalam keterangan rilis di Bogor, Rabu (1/7).
Kunjungan studi tidak hanya diisi dengan observasi, tetapi juga menghadirkan seminar yang disampaikan oleh Hendra Jovianto dari Indonesia Stock Exchange Market Development Division dan Muhammad Akbar Pamungkas dari Phillips Sekuritas Strategic Campus Support. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai fungsi Bursa Efek Indonesia, berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar modal, serta strategi dasar dalam melakukan transaksi jual beli saham secara bijak.
Hendra Jovianto menjelaskan pentingnya literasi pasar modal bagi generasi muda sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi di masa depan. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami konsep investasi sejak dini agar mampu mengambil keputusan finansial yang tepat.
“Mahasiswa merupakan generasi yang memiliki potensi besar untuk menjadi investor cerdas di masa depan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka memahami bahwa investasi bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi juga tentang membangun kebiasaan mengelola keuangan secara tepat berdasarkan pengetahuan yang benar,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Akbar Pamungkas mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital dalam mempelajari dunia investasi. Ia menekankan bahwa kemudahan akses terhadap platform investasi harus diimbangi dengan kemampuan menganalisis data dan memahami risiko yang ada.
“Saat ini siapa pun dapat mulai berinvestasi dengan mudah melalui platform digital. Namun, yang terpenting adalah memahami cara membaca data, menganalisis pergerakan pasar, dan menyusun strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan. Literasi dan disiplin menjadi kunci utama bagi investor muda,” ungkapnya.
Melalui kunjungan studi ini, Program Studi Sistem Informasi Akuntansi UBSI kampus Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Diharapkan, mahasiswa tidak hanya memiliki pemahaman akademik yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan literasi keuangan dan investasi sebagai bekal menghadapi tantangan dunia profesional,” tutup Agung. (Alisa)