Mahasiswa UBSI Kampus Tasikmalaya Hibahkan Aplikasi SICERDIK ke DISHUBKOMINFO untuk Literasi Digital dan Lawan Hoaks

0 16

BSINews, Tasikmalaya — Upaya mahasiswa dalam menghadirkan inovasi digital bagi masyarakat terus ditunjukkan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tasikmalaya. Inovasi ini diwujudkan melalui pengembangan aplikasi yang mendukung literasi digital sekaligus menangkal hoaks. Tiga mahasiswa UBSI, Riksa Munggaran, Mitha Ayu Desfani, dan Indri Nur Agustin, secara resmi menyerahkan aplikasi SICERDIK (Sistem Informasi Cek Berita Disinformasi dan Kritis) kepada Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (DISHUBKOMINFO) Kabupaten Tasikmalaya pada hari Senin (4/8) bertempat di kantor DISHUBKOMINFO, Jl. Raya Timur No 285 A Cintaraja Singaparna.

Aplikasi SICERDIK untuk Literasi Digital dan Lawan Hoaks

Pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari proyek tugas akhir mahasiswa yang dibimbing oleh Herlan Sutisna dari UBSI kampus Tasikmalaya. Penyerahan aplikasi ini dihadiri Kepala Bidang Informatika dan Persandian Kurnia Trisna serta staf Bidang Komunikasi dan Informatika.

Riksa Munggaran salah satu pengembang aplikasi menjelaskan tujuan dan fungsi utama aplikasi SICERDIK bagi masyarakat. Ia menyampaikan bahwa aplikasi ini dirancang sebagai media untuk meningkatkan literasi digital dan membantu masyarakat memeriksa kebenaran berita.

“Aplikasi SICERDIK hadir sebagai solusi digital yang membantu masyarakat memeriksa kebenaran berita atau informasi yang beredar, khususnya di media sosial. Dengan memanfaatkan basis data berita resmi, teknologi pencarian cepat, dan fitur edukasi, aplikasi ini dapat mengenali ciri-ciri hoaks serta memberikan panduan menyikapi informasi yang belum terverifikasi. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan warga melaporkan berita hoaks yang beredar di masyarakat lokal untuk dipublikasikan di portal SICERDIK berbasis website,” jelas Riksa dalam keterangan tertulis, Senin (4/8).

Kurnia Trisna menyampaikan apresiasi pihak DISHUBKOMINFO terhadap inisiatif mahasiswa UBSI. Ia menekankan bahwa SICERDIK tidak hanya menjadi alat bantu teknis, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih kritis dalam menerima informasi.

“Kami menyambut baik inovasi ini. Harapannya, aplikasi ini dapat dimanfaatkan secara luas demi terciptanya ruang digital yang sehat di Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Kurnia.

Baca juga: UBSI Kampus Tasikmalaya dan BIMA Kemdiktisaintek Dorong Digitalisasi Promosi BUMDes Bagjawaluya

Herlan Sutisna menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa dalam membangun aplikasi ini menunjukkan kontribusi nyata pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan era digital. Ia berharap SICERDIK tidak hanya menjadi tugas akhir mahasiswa, tetapi juga sarana yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, aplikasi yang dibangun kelompok mahasiswa telah selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Inovasi ini membuktikan bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang cerdas dan kritis terhadap informasi,” ujar Herlan.

Penyerahan aplikasi SICERDIK ini diharapkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan antara UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem informasi yang aman, terpercaya, dan mendukung pembangunan daerah.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.