Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Ticketing Maintenance Berbasis Web untuk Dukung Digitalisasi Layanan di RST Wijayakusuma Purwokerto

0 9

BSINews, Purwokerto — Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung transformasi digital di sektor kesehatan, tiga mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatid berhasil mengembangkan Sistem Informasi Ticketing Maintenance Berbasis Web untuk RST Wijayakusuma Purwokerto. Inovasi tersebut secara resmi diperkenalkan pada Rabu (8/7) di RST Wijayakusuma Purwokerto sebagai solusi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pemeliharaan fasilitas rumah sakit.

Mahasiswa UBSI Kembangkan Sistem Informasi Ticketing Maintenance Berbasis Web untuk Dukung Digitalisasi Layanan di RST Wijayakusuma Purwokerto

Sistem ini dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UBSI, yakni Didik Prasetiyo, Lutfiati Nur Afifah, dan Ridzal Achmad Fauzi, melalui penelitian berjudul “Perancangan dan Implementasi Sistem Informasi Ticketing Maintenance Berbasis Web di RST Wijayakusuma Purwokerto”.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh masih digunakannya proses pelaporan kerusakan fasilitas secara manual melalui komunikasi lisan, pesan singkat, maupun pencatatan sederhana. Kondisi tersebut menyebabkan keterlambatan penanganan kerusakan, sulitnya memantau progres pekerjaan teknisi, serta belum tersedianya dokumentasi riwayat maintenance yang terintegrasi.

Melalui sistem yang dikembangkan, proses pelaporan, pengelolaan, hingga monitoring pekerjaan maintenance dapat dilakukan secara digital dan real-time. Sistem dibangun menggunakan metode Software Development Life Cycle (SDLC) dengan model Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, hingga pemeliharaan.

Dalam proses pengembangannya, aplikasi dibangun menggunakan Framework Laravel, PHP, MySQL, serta pemodelan Unified Modeling Language (UML) untuk memastikan rancangan sistem yang terstruktur dan sesuai kebutuhan pengguna.

Sistem informasi tersebut memiliki tiga jenis pengguna, yaitu Admin, Teknisi, dan User. User dapat membuat laporan kerusakan melalui tiket secara daring, teknisi dapat menerima dan memperbarui status pekerjaan, sedangkan admin memiliki kewenangan mengelola data pengguna, memonitor seluruh tiket, melakukan penugasan teknisi, serta menghasilkan laporan maintenance secara otomatis.

Selain mempercepat proses pelaporan dan penanganan kerusakan, sistem ini juga menyediakan fitur monitoring status tiket secara real-time sehingga setiap unit kerja dapat mengetahui perkembangan perbaikan tanpa harus melakukan komunikasi secara manual. Seluruh riwayat pekerjaan tersimpan dalam basis data sehingga memudahkan proses evaluasi dan penyusunan laporan.

Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fungsi utama aplikasi berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mampu mendukung proses maintenance secara lebih efektif dan efisien.

Didik Prasetiyo selaku perwakilan tim pengembang mengatakan bahwa sistem ini dirancang untuk menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi pihak rumah sakit dalam pengelolaan maintenance fasilitas.

“Kami melihat proses pelaporan kerusakan masih dilakukan secara manual sehingga sering terjadi keterlambatan penanganan dan kesulitan dalam pemantauan pekerjaan teknisi. Melalui sistem ini, kami berharap proses maintenance dapat berjalan lebih cepat, terdokumentasi dengan baik, serta memudahkan pihak rumah sakit dalam melakukan monitoring secara real-time,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Purwokerto Rabu (8/7).

Baca Juga : Preventive Maintenance: Strategi Ampuh Mengurangi Kerusakan Komputer Lab Kampus

Melalui pengembangan sistem ini, mahasiswa UBSI kembali menunjukkan bahwa hasil penelitian di perguruan tinggi mampu menghadirkan solusi nyata bagi dunia industri dan pelayanan publik. Sejalan dengan komitmen UBSI sebagai kampus Digital Kreatif, inovasi ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi rumah sakit maupun institusi lain yang ingin mengembangkan sistem pengelolaan maintenance berbasis teknologi informasi guna meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.