Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Hadirkan SIFARMA untuk Digitalisasi Layanan Obat di Dinas Kesehatan Kota Tegal
BSINews, Tegal – Di era digital saat ini, transformasi layanan publik melalui teknologi menjadi suatu keniscayaan, tak terkecuali dalam sektor kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal menghadirkan inovasi teknologi bernama SIFARMA (Sistem Informasi Farmasi). Aplikasi berbasis web ini dirancang untuk mendukung digitalisasi proses permintaan dan pengelolaan stok obat secara real-time di lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tegal. Aplikasi ini resmi diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Tegal pada Selasa (22/7).
Inovasi Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Dukung Digitalisasi Pengelolaan Obat di Dinas Kesehatan Tegal
SIFARMA dikembangkan oleh Ivana Amanda Putri, mahasiswi tingkat akhir UBSI kampus Tegal, sebagai bagian dari tugas akhirnya. Sistem ini dibuat untuk menjawab persoalan klasik dalam proses permintaan dan distribusi obat dari puskesmas ke instalasi farmasi yang selama ini dilakukan secara manual. Ivana melihat bahwa sistem lama kerap menimbulkan sejumlah permasalahan seperti keterlambatan proses, kekeliruan data, serta kurangnya transparansi dan efisiensi. “Saya berharap melalui SIFARMA, sistem ini dapat menjadi solusi yang memudahkan proses permintaan obat sekaligus meningkatkan ketepatan dan kecepatan dalam pengelolaannya,” ujar Ivana dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7)
Proses serah terima aplikasi dilakukan langsung di kantor Dinas Kesehatan Kota Tegal dan dihadiri oleh tim UBSI, termasuk dosen pembimbing serta perwakilan dari pihak dinas. Dalam kesempatan itu, pihak UBSI menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung transformasi digital di sektor publik. Dosen pembimbing, Moh. Arif Rahman, menyampaikan bahwa pengembangan aplikasi ini sejalan dengan metode pembelajaran yang diterapkan di UBSI.
“Ini adalah salah satu wujud nyata dari pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang diterapkan di UBSI. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkannya langsung untuk menyelesaikan masalah di dunia nyata,” ungkapnya.
Pihak Dinas Kesehatan Kota Tegal pun menyambut baik inovasi tersebut. Mereka menilai kehadiran SIFARMA merupakan langkah strategis menuju pengelolaan obat yang lebih tertata, akurat, dan transparan. “Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari mahasiswa UBSI. Harapannya, aplikasi ini bisa terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh unit kerja kami,” tutur salah satu perwakilan Dinas Kesehatan Kota Tegal.
Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Ciptakan SINASA, Solusi Digitalisasi Pelayanan Kelurahan di Brebes
Kehadiran inovasi ini semakin memperkuat citra UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswanya untuk menghasilkan karya nyata, berorientasi pada solusi, serta berdampak langsung bagi masyarakat dan instansi mitra.(Tiara Sari)