Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Juara 1 Tari Tradisional di Ajang Internasional

0 7

BSINews, Pontianak — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak. Antik Avelia Carolin, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi, berhasil meraih Juara 1 bersama tim tari tradisional yang mewakili Kota Pontianak pada ajang internasional dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pontianak sekaligus menambah daftar prestasi mahasiswa UBSI Kampus Pontianak di tingkat internasional. Melalui penampilan yang memadukan kekayaan seni dan budaya daerah, tim tari Pontianak berhasil memukau dewan juri hingga dinobatkan sebagai juara pertama.

Di balik keberhasilan itu, tersimpan perjuangan panjang yang tidak mudah. Antik bersama anggota tim lainnya berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa lintas perguruan tinggi, pelajar, hingga komunitas seni. Perbedaan jadwal kuliah, pekerjaan, dan aktivitas masing-masing menjadi tantangan tersendiri dalam menyatukan waktu latihan.

Tak Hanya Jago Teknologi, Mahasiswi UBSI Kampus Pontianak Juara 1 Ajang Tari Internasional

Meski demikian, semangat untuk membawa nama baik Kota Pontianak membuat seluruh anggota tim tetap berkomitmen menjalani latihan secara rutin. Mereka rela meluangkan waktu hingga malam hari demi membangun kekompakan dan menyempurnakan setiap gerakan tari yang akan ditampilkan di panggung internasional.

Antik mengaku tidak menyangka perjuangan tersebut berbuah manis dengan meraih Juara 1. Ia sangat bersyukur dapat terpilih menjadi perwakilan kota Pontianak pada ajang tersebut.

“Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari tim yang mewakili Kota Pontianak pada ajang internasional ini. Proses latihan yang kami jalani penuh tantangan karena setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing. Namun kami memiliki tujuan yang sama, yaitu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.

Sebagai mahasiswi UBSI Kampus Pontianak, Antik mengaku kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terus berkembang, baik melalui prestasi akademik maupun nonakademik.

“Saya bangga menjadi mahasiswa Universitas BSI Kampus Pontianak karena kampus selalu mendukung mahasiswanya untuk berkembang sesuai minat dan bakat. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan membawa nama baik kampus di berbagai kesempatan,” tambahnya.

Kepala Kemahasiswaan UBSI Kampus Pontianak, Yoki Firmansyah, memberikan apresiasi atas pencapaian yang diraih Antik. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa UBSI mampu berkompetisi dan berprestasi di berbagai bidang, termasuk seni dan budaya.

Baca juga : Dirikan GEMO VISUAL Sejak SMK, Emanuel Gemo Kini Pilih UBSI Kampus Pontianak Untuk Kembangkan Talenta Digital

“Prestasi yang diraih Antik menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas BSI tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional melalui seni dan budaya. Kami berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi serta berani membawa nama baik kampus dan daerah di berbagai ajang,” ungkapnya.

Prestasi Antik Avelia Carolin menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan kolaborasi mampu mengantarkan generasi muda meraih prestasi di panggung internasional. Keberhasilan ini juga semakin mempertegas komitmen UBSI Kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya mendukung pengembangan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berprestasi di bidang seni, budaya, olahraga, maupun kewirausahaan.

Dengan dukungan tersebut, mahasiswa didorong menjadi lulusan yang berkarakter, berdaya saing, dan siap memberikan kontribusi bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.

Leave A Reply

Your email address will not be published.