Maknai Sumpah Pemuda di Era Digital, UBSI Ajak Generasi Muda Berjuang Lewat Inovasi dan Teknologi
BSINews, Bekasi – Semangat Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober kembali menggema. Bukan hanya sebagai kenangan sejarah, tapi juga sebagai pengingat bagi generasi masa kini untuk terus berjuang melalui cara yang relevan dengan zamannya. Jika dulu perjuangan diwujudkan melalui semangat persatuan dan keberanian, kini perjuangan generasi muda terwujud lewat pendidikan, kreativitas, dan penguasaan teknologi digital.
Di tengah era serba cepat dan terkoneksi, makna Sumpah Pemuda semakin luas. Dunia pendidikan kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas saja, melainkan bisa diakses dari mana saja melalui internet, platform digital, hingga komunitas kreatif. Semangat kolaborasi dan persatuan yang diwariskan para pemuda 1928, kini diterjemahkan dalam kerja sama antara pelajar, mahasiswa, dan pendidik dalam menciptakan ekosistem belajar yang inovatif.
Kepala Kampus Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, menegaskan bahwa esensi perjuangan pemuda saat ini bukan lagi tentang fisik, tapi tentang kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Pemuda hari ini berjuang dengan ide, kreativitas, dan kemampuan digital. Sumpah Pemuda mengajarkan kita untuk bersatu dan berkontribusi, dan di era sekarang kontribusi itu bisa diwujudkan lewat karya, inovasi, serta semangat belajar yang tak pernah padam,” kata Tabrani pada keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10).
Universitas BSI sebagai Kampus Digital Kreatif, hadir untuk menyalakan semangat itu melalui pendidikan berbasis teknologi dan kreativitas. “UBSI mendorong mahasiswanya agar mampu beradaptasi dengan dunia industri modern, berpikir kritis, dan menciptakan solusi inovatif yang membawa manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Baca juga: Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda: Mahasiswa Garda Depan di Era Digital
Menurut Tabrani, nilai persatuan yang menjadi ruh Sumpah Pemuda sangat relevan dengan dunia pendidikan saat ini.
“Ketika pelajar, mahasiswa, dan pendidik bersatu untuk saling mendukung dan berbagi ilmu, di situlah semangat Sumpah Pemuda hidup kembali dalam bentuk baru, bentuk kolaborasi dan kemajuan,” tambahnya.
Perayaan Sumpah Pemuda tahun ini menjadi momentum bagi generasi muda untuk membuktikan bahwa semangat 1928 tetap menyala, meski dalam wujud berbeda. Bukan lagi dengan mengangkat senjata, tetapi dengan mengangkat ide, karya, dan prestasi.