Menembus Batas Akademik: USBI dan ASPIKOM JABODETABEK Gelar Webinar Persiapan Menuju Lektor Kepala dan Guru Besar
BSINews, Jakarta- Komitmen untuk memperkuat kapasitas akademik dosen terus digelorakan. Fakultas Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (USBI) menggandeng ASPIKOM Koordinator Wilayah JABODETABEK dalam menyelenggarakan webinar bertajuk “Menembus Batas Akademik: Persiapan Menuju Lektor Kepala dan Guru Besar”. Kegiatan ini digelar secara daring melalui platform Zoom dan sukses menyita atensi ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, pada Selasa, 15 Juli 2025.
Baca Juga: Halal Bihalal ASPIKOM dan Diskusi Kebijakan Pengajuan Angka Kredit Dosen
Webinar dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bina Sarana Informatika, Prof. Dr. Ir. Moch. Wahyudi, yang menegaskan bahwa peningkatan jabatan fungsional dosen bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata kontribusi intelektual bagi pengembangan bangsa.
“Perguruan tinggi yang kuat ditopang oleh dosen yang berkualitas. Kenaikan jabatan akademik adalah refleksi dari dedikasi pada tridharma perguruan tinggi. USBI mendukung penuh langkah-langkah strategis menuju Lektor Kepala dan Guru Besar,” ujar Prof. Wahyudi dalam sambutannya.
Senada dengan itu, Ketua ASPIKOM Korwil JABODETABEK, Dr. Rini Sudarmanti, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi sinergis yang dibangun dengan USBI.
“Kegiatan ini bukan sekadar wacana akademik, tetapi merupakan peta jalan konkret bagi para dosen untuk terus bertumbuh. Sinergi antara USBI dan ASPIKOM mencerminkan semangat kolektif untuk mendorong kualitas dosen Indonesia agar mampu bersaing secara global,” ungkap Dr. Rini.
Webinar menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Suraya, Guru Besar dari Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR sekaligus Wasekjen I ASPIKOM Pusat. Dalam paparannya, Prof. Suraya membagikan pengalaman inspiratif serta strategi realistis dalam menapaki jenjang akademik.
“Menjadi Guru Besar bukan hanya soal angka kredit, tetapi soal konsistensi membangun rekam jejak tridharma secara berkelanjutan. Jangan tunggu momentum ciptakan momentum itu sendiri,” tegas Prof. Suraya dalam sesi wawancaranya.