Pelatihan Inovasi Aransemen dan Digitalisasi Gamelan di Sunar Gamelan: Kolaborasi ISI dan UBSI dalam Program Inovasi Seni Nusantara 2025

0 28

BSINews, Klaten – Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) kembali menggulirkan kegiatan pelatihan seni di Sunar Gamelan, Desa Djarum, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, pada Sabtu (8/11). Kegiatan ini menghadirkan dua pelatihan utama, yaitu inovasi aransemen gamelan dan digitalisasi konten seni, sebagai langkah strategis untuk mendekatkan seni tradisi kepada generasi muda melalui pendekatan kreatif dan teknologi modern. Dalam kegiatan ini, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) turut berperan mendorong pemanfaatan teknologi dalam pelestarian budaya.

Pelatihan Inovasi Aransemen dan Digitalisasi Gamelan di Sunar Gamelan

Sesi pertama diisi oleh Ananto Sabdo Aji dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yang memberikan pelatihan tentang inovasi aransemen gamelan. Peserta mempraktikkan aransemen lancaran Manyar Sewu dengan laras slendro pathet manyura sambil mempelajari prinsip-prinsip pengembangan aransemen yang tetap selaras dengan pakem karawitan. Sesi ini berlangsung interaktif, memunculkan berbagai diskusi mengenai cara menyajikan gamelan agar tetap relevan dan menarik bagi generasi muda.

Kegiatan berlanjut dengan pelatihan digitalisasi konten seni yang disampaikan oleh Heribertus Ary Setiadi dari UBSI. Pada sesi ini, peserta belajar membuat konten digital sederhana mulai dari teknik pengambilan gambar dan video, proses penyuntingan, hingga publikasi di media sosial. Pelatihan ini bertujuan membekali komunitas gamelan dengan kemampuan mempromosikan kegiatan dan karya mereka melalui platform digital, sekaligus memperluas jangkauan audiens seni tradisi.

Baca juga : Keren! Mahasiswa UBSI Bikin Siswa SMP Bogor Melek AI Lewat Pelatihan Interaktif

Ketua tim peneliti, Sri Rejeki dari UBSI, menegaskan pentingnya sinergi antara tradisi dan inovasi dalam pelestarian budaya. “Melalui pelatihan ini, kami ingin agar seni gamelan tidak hanya lestari di lingkup lokal, tetapi juga dikenal dan diapresiasi lebih luas melalui kreativitas aransemen dan pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Selasa (11/11).

Kegiatan yang melibatkan komunitas Sunar Gamelan, pemuda desa, dan mahasiswa pendamping ini merupakan bagian dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, seniman, dan masyarakat lokal dalam mengembangkan inovasi seni sekaligus memperkuat peran budaya Nusantara di tengah perkembangan teknologi. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.