Pemanfaatan AI untuk Website Inovatif, Tim Dosen dan Mahasiswa UBSI Berdayakan Yayasan IRMA Lewat Pelatihan

0 59

BSINews, Jakarta–Dunia teknologi terus mengalami perkembangan yang pesat, salah satunya melalui kehadiran Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini kini tidak hanya terbatas pada industri besar, tetapi juga mulai diterapkan di berbagai sektor sosial, termasuk pengelolaan organisasi nirlaba.

Sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjawab tantangan era digital, tim dosen dan mahasiswa UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Workshop Implementasi Artificial Intelligence dalam Pembuatan Website Inovatif. Kegiatan ini menyasar pengurus Yayasan Santunan Yatim Piatu & Sosial IRMA, yang berlokasi di Jl. Mampang Prapatan VII RT.010/003, Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Baca juga: Dosen UBSI Berbagi ilmu Melalui Pelatihan Aplikasi MITA untuk Anak berkebutuhan Khusus

Pemanfaatan AI untuk Website Inovatif

Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu, 3 Mei 2025, dan diikuti oleh para pengurus yayasan dengan tujuan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memanfaatkan teknologi AI untuk pengembangan website yang lebih informatif, interaktif, dan efisien.

Ketua pelaksana kegiatan, Endah Wiji Lestari menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang konsep AI dan penerapannya dalam pengelolaan website yayasan.

“Kami melihat potensi besar bagi yayasan sosial seperti IRMA untuk memanfaatkan teknologi digital, khususnya AI, dalam menyampaikan informasi kegiatan, transparansi data, serta meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan pelatihan ini, kami berharap para pengurus bisa lebih siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Endah dalam rilis yang diterima, Senin (5/5).

Kegiatan ini juga melibatkan anggota tim dosen UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, yakni Sri Hardani, Hanafi Eko Darono dan Leliyanah serta dua mahasiswa, Fazru Dwi Alamsyah dan Zena Salsabila, yang berperan aktif dalam pendampingan teknis selama pelatihan berlangsung.

Selama pelaksanaan workshop, pengurus yayasan bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan peserta dan menyediakan fasilitas tempat pelatihan. Materi yang diberikan mencakup pengenalan AI, pemanfaatannya dalam website, hingga praktik langsung menggunakan platform yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan.

Sebagai bagian dari evaluasi, panitia membagikan kuisioner kepada peserta untuk mengukur pemahaman, manfaat yang dirasakan, serta saran untuk pelatihan lanjutan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar pengembangan program pendampingan berikutnya antara tim PKM dan Yayasan IRMA.

Baca juga: Dosen UBSI Berikan Pelatihan Literasi Keuangan, Anak Panti Kini Melek Finansial

Endah menambahkan bahwa membuka komunikasi lanjutan dengan pihak yayasan. Jika dibutuhkan, kami siap memberikan pendampingan lanjutan agar materi yang telah dipelajari bisa terus dikembangkan dan diimplementasikan dengan maksimal.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan Yayasan IRMA dapat mengelola situs web yang lebih profesional dan bermanfaat, sekaligus menunjukkan bahwa teknologi modern seperti AI tidak hanya milik dunia industri, tetapi juga dapat menjadi solusi nyata di ranah sosial dan kemanusiaan,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.