BSINews, Pontianak – Perkembangan industri kreatif yang semakin pesat menuntut generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya inovatif. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak, sebagai Kampus Digital Kreatif, menghadirkan wadah pembelajaran dan inspirasi melalui kegiatan BSI Digination 2025. Hal ini disampaikan oleh Dedi Saputra, Head of Digital Creative Community (DICO) UBSI kampus Pontianak sekaligus Trainer of AI Ready for ASEAN, dalam kegiatan yang digelar pada Jumat, 7 November 2025, di Aula UBSI kampus Pontianak.
Penguasaan Artificial Intelligence Jadi Kunci Hadapi Era Industri Kreatif Digital
Tahun ini, BSI Digination 2025 mengangkat tema “Opportunities in Creative Industry”, dengan tujuan memberikan wawasan kepada pelajar dan mahasiswa mengenai peluang serta tantangan di industri kreatif berbasis digital. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Kalimantan Barat, termasuk siswa-siswi kelas XI dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Sambas, yang antusias berpartisipasi.
Dalam sesi materinya, Dedi menekankan bahwa industri kreatif kini menjadi sektor yang sangat menjanjikan, terutama dengan hadirnya teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang memperluas ruang ekspresi serta peluang kerja di bidang desain, animasi, konten digital, hingga pemasaran kreatif.
“Kreativitas adalah kunci utama dalam menghadapi masa depan industri. Namun, kreativitas saja tidak cukup. Generasi muda perlu memahami bagaimana teknologi, terutama AI, bisa menjadi alat untuk memperkuat ide dan mempercepat proses kreatif,” ujar Dedi dalam keterangan pers pada Jumat (7/11).
Dedi menambahkan bahwa melalui kegiatan seperti BSI Digination, UBSI berupaya membekali peserta dengan wawasan praktis dan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
“BSI Digination bukan sekadar seminar, tetapi ruang untuk berjejaring, belajar, dan menemukan inspirasi. Peserta akan menyadari bahwa peluang di industri kreatif terbuka luas bagi siapa pun yang mau belajar dan berinovasi,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa AI bukan ancaman, melainkan peluang bagi generasi muda untuk berkembang:
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menggunakan AI untuk mendukung karya dan karier. Anak muda harus menjadi AI-ready generation — generasi yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan menciptakan inovasi baru,” tegasnya.
Baca juga : Generasi Muda Harus Melek AI untuk Hadapi Persaingan di Dunia Kreatif Digital
Acara ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman dari praktisi industri kreatif. Para peserta juga mendapat wawasan tentang strategi membangun karier digital, pemanfaatan platform kreatif, dan pentingnya literasi teknologi di era modern.
Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Pontianak kembali menegaskan komitmennya mendukung pengembangan potensi generasi muda di bidang industri kreatif digital, sejalan dengan visi UBSI untuk menjadi kampus unggul, adaptif, dan inovatif dalam menghadapi era transformasi digital.(Indari Krisnayanti)