Perkuat Kesiapan Lulusan, Prodi Perhotelan UBSI Review Kurikulum Bersama Praktisi

0 2

BSINews, Bekasi — Perubahan kebutuhan industri hospitality mendorong perguruan tinggi untuk terus mengevaluasi kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa. Hal tersebut menjadi perhatian Program Studi Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui kegiatan Review Kurikulum Program Studi Perhotelan yang digelar pada Rabu (23/9).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi Perhotelan UBSI dalam memastikan kurikulum tetap relevan dengan perkembangan industri perhotelan sekaligus kebutuhan dunia kerja. Evaluasi dilakukan dengan meninjau berbagai komponen pembelajaran, mulai dari profil lulusan, capaian pembelajaran, bahan kajian, struktur mata kuliah, hingga kompetensi yang perlu diperkuat.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI, Ani Wijayanti. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kurikulum yang mampu mengikuti perubahan dan perkembangan industri perhotelan.

Ani Wijayanti menegaskan bahwa pembaruan kurikulum perlu dilakukan agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa tetap sesuai dengan kebutuhan industri hospitality.

“Kurikulum perlu terus dievaluasi agar dapat mengikuti perkembangan industri perhotelan yang semakin dinamis dan kompetitif. Dengan begitu, kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa dapat tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Ani dalam keterangan rilis yang diterima di Bekasi Rabu (23/9).

Baca Juga : Praktikum Bakery Prodi Perhotelan UBSI Kampus Yogyakarta, Mahasiswa Belajar Membuat Pastry hingga Memasarkan Produk

Selanjutnya, Kaprodi Perhotelan UBSI, Dyah Mustika Wardani, memaparkan struktur kurikulum yang berlaku. Pembahasan mencakup profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, mata kuliah, serta keterkaitan kompetensi yang diberikan selama perkuliahan dengan kebutuhan industri hospitality.

Sejumlah aspek juga menjadi perhatian dalam pemaparan tersebut, khususnya keseimbangan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional. Kompetensi praktik, pelayanan hospitality, komunikasi, pemanfaatan teknologi, serta kesiapan menghadapi perubahan industri turut menjadi bagian yang dikaji.

Memasuki sesi review dan diskusi, Kusmayadi selaku praktisi pendidikan tinggi vokasi pariwisata memberikan perspektif dari sisi kebutuhan pendidikan dan dunia industri. Kehadiran praktisi menjadi bagian penting untuk memberikan masukan terhadap kompetensi yang perlu dipersiapkan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Kusmayadi menyampaikan bahwa keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan industri perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kurikulum.

“Kurikulum perlu melihat kebutuhan kompetensi yang berkembang di industri sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan ketika memasuki dunia kerja,” ungkap Kusmayadi.

Baca Juga : Prodi Perhotelan UBSI Hadirkan Akademisi Malaysia Bahas Industri Kreatif Global

Diskusi berlangsung dengan membahas relevansi profil lulusan, capaian pembelajaran, struktur mata kuliah, penguatan pembelajaran praktik, serta kebutuhan kompetensi di industri hospitality. Pengembangan soft skills dan digital skills mahasiswa juga menjadi bagian dari pembahasan.

Masukan dari akademisi dan praktisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Program Studi Perhotelan UBSI dalam menyempurnakan kurikulum. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara proses pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Melalui review kurikulum, Program Studi Perhotelan UBSI terus mendorong pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan industri hospitality. Penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan diharapkan dapat mendukung mahasiswa agar memiliki kompetensi akademik, keterampilan profesional, kemampuan beradaptasi, serta kesiapan untuk berkarier di industri perhotelan. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.