Perkuat Kualitas Lulusan, Prodi Sistem Informasi UBSI Matangkan Penyusunan RPS Berbasis Industri
BSINews, Purwokerto — Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif menggelar rapat koordinasi intensif dalam rangka mematangkan penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis industry pada Kamis (29/1). Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja yang terus mengalami transformasi.
Perkuat Kualitas Lulusan, Prodi Sistem Informasi UBSI Matangkan Penyusunan RPS Berbasis Industri
Penyusunan RPS tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif akademik, tetapi menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kompetensi lulusan. Dalam rapat tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan substansi pembelajaran melalui integrasi teknologi terkini, penerapan metode pembelajaran yang lebih interaktif, serta pendekatan yang adaptif terhadap tantangan industri digital.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Purwokerto, Sriyadi, menegaskan bahwa pembaruan RPS merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan tinggi agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kami menyadari bahwa kesenjangan antara dunia pendidikan dan industri harus terus diperkecil. Melalui penyusunan RPS ini, kami mempertajam mata kuliah inti agar mahasiswa tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang benar-benar dibutuhkan industri,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta, pada Kamis (29/1).
Dalam rapat koordinasi tersebut, sejumlah poin strategis turut dibahas, di antaranya pembaruan materi pemrograman yang disesuaikan dengan bahasa dan teknologi yang banyak digunakan saat ini, integrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan data science sebagai respons atas tren global, serta penerapan project-based learning yang mendorong mahasiswa menyelesaikan studi kasus nyata dari dunia industri sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.
Selain menyesuaikan kebutuhan industri, penyusunan RPS juga mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Standarisasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan Sistem Informasi UBSI yang tidak hanya kompetitif di tingkat nasional, tetapi juga memiliki daya saing di kancah internasional.
Sriyadi menambahkan bahwa kolaborasi antar dosen pengampu mata kuliah menjadi kunci agar kesinambungan materi antar semester dapat terjaga dengan baik.
“Alur pembelajaran mahasiswa harus dibangun secara sistematis sejak semester awal hingga tugas akhir. RPS yang terstruktur akan membantu mahasiswa memiliki pola berpikir yang runtut dan aplikatif,” tambahnya.
Melalui pematangan RPS berbasis industri ini, Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Jatiwaringin optimistis dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat. Kurikulum yang dinamis diyakini mampu membekali mahasiswa agar lebih adaptif saat memasuki dunia kerja maupun ketika membangun usaha mandiri di bidang teknologi informasi, sekaligus memperkuat kontribusi UBSI dalam mendukung kemajuan ekonomi digital Indonesia. (Indari)