Perkuat Kurikulum AI dan Keamanan Siber, FTI UBSI Lakukan Studi Banding ke FTEIC ITS
BSINews,Surabaya – Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melakukan kunjungan studi banding ke Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada Selasa (16/12). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Fakultas FT-EIC, Gedung Rektorat ITS Lantai 3 ini menjadi langkah strategis UBSI dalam memperkuat fondasi akademik, khususnya pengembangan program pascasarjana.
Perkuat Kurikulum AI dan Keamanan Siber, FTI UBSI Lakukan Studi Banding ke FTEIC ITS
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui studi banding ini, UBSI mempelajari praktik terbaik pengelolaan akademik dan riset dari ITS sebagai salah satu perguruan tinggi teknologi terkemuka di Indonesia.
Rombongan FTI UBSI dipimpin oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Diah Puspitasari dan disambut langsung oleh Dekan FTEIC ITS Prof. Ir. Dr. Diana Purwitasari serta Kepala Departemen Teknik Informatika ITS Prof. Ir. Ary Mazharuddin Shiddiqi. Diskusi berlangsung intensif sejak pukul 09.00 hingga 14.00 WIB.
Agenda pembahasan mencakup enam poin utama, antara lain pendalaman model pembelajaran Magister Teknologi Informasi berbasis Student-Centered Learning, strategi pembimbingan tesis, serta pengembangan kurikulum Artificial Intelligence dan Keamanan Siber. UBSI juga mempelajari integrasi Machine Learning, Deep Learning, dan NLP, pemanfaatan GPU Server, hingga penyelarasan kurikulum keamanan siber dengan sertifikasi industri.
Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari persiapan pembukaan jenjang S2.
“Kunjungan studi banding ini kami lakukan seiring dengan pendirian Program Studi Magister Teknologi Informasi di UBSI. Kami ingin memastikan prodi S2 yang dibuka memiliki ekosistem akademik yang matang dan berkualitas,” ujarnya dalam keterangan rilis Selasa (16/12).
Ia menambahkan bahwa kurikulum AI dan Keamanan Siber yang diadopsi dari praktik terbaik ITS akan menjadi kekuatan MTI UBSI. “Kami tidak sekadar membuka prodi, tetapi menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi riset, kemampuan teknis, dan kesiapan industri,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan fasilitas laboratorium ITS untuk melihat langsung implementasi manajemen riset yang telah dibahas. (Niken)