Perpustakaan UBSI Kampus Yogyakarta Perkuat Peran di Era AI Lewat Leader’s Talk FPPTI

0 43

BSINews, Yogyakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, melalui Perpustakaan UBSI Kampus Yogyakarta, terus berkomitmen meningkatkan kualitas literasi informasi di era digital dengan mengikuti kegiatan Leader’s Talk Session 2 yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Selasa (14/4).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom ini mengangkat tema “Literasi Informasi dan AI: Membangun Kritisisme di Tengah Gelombang Disinformasi Digital” dan diikuti oleh berbagai pustakawan dari perguruan tinggi di Indonesia. Webinar ini menjadi ruang diskusi strategis dalam merespons tantangan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan.

Dorong literasi informasi dan kemampuan berpikir kritis di tengah arus disinformasi digital

Dalam pemaparannya, narasumber I Made Hery Wihardika Griadhi menegaskan bahwa literasi informasi menjadi keterampilan penting di era digital saat ini.

“Literasi informasi tidak lagi sekadar kemampuan mencari informasi, tetapi juga kemampuan mengevaluasi, memverifikasi, dan memahami konteks informasi di tengah perkembangan AI yang sangat cepat,” ujarnya dalam keterangan rilis Selasa (14/4).

Senada dengan hal tersebut, narasumber Syahril menyoroti peran strategis perpustakaan dalam membangun kesadaran kritis masyarakat.

“Perpustakaan harus bertransformasi menjadi pusat literasi yang mampu membimbing masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi, sekaligus memanfaatkan teknologi secara bijak,” jelasnya.

Baca juga: Konten Kreatif, Peluang Terbuka! UBSI Bekali UMKM Cibubur Lewat Shopee Affiliate

Diskusi yang dipandu secara interaktif ini memberikan wawasan baru bagi peserta, termasuk Perpustakaan UBSI Kampus Yogyakarta, dalam mengembangkan layanan yang adaptif dan inovatif. Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis.

Partisipasi ini menjadi langkah nyata UBSI Kampus Yogyakarta dalam mengikuti perkembangan isu strategis di bidang literasi informasi dan teknologi. Hal ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai garda depan dalam membangun budaya literasi di lingkungan akademik.

Di akhir sesi, I Made juga menyampaikan harapannya agar perpustakaan terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Kami berharap perpustakaan dapat terus menjadi ruang belajar yang adaptif, mampu memanfaatkan teknologi secara optimal, serta berperan aktif dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya saing di era digital,” tutupnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.