Piring Anyaman Bambu Mandirancan, Warisan Tradisi yang Siap Mendunia

0 10

BSINews, Purwokerto Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menyoroti pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal melalui produk unggulan Desa Mandirancan, Kecamatan Kebasen, Purwokerto, yaitu piring anyaman bambu, selasa (14/8/24). Kerajinan tangan ini diwariskan secara turun-temurun, memiliki nilai estetika tinggi, ramah lingkungan, dan mulai menarik perhatian pasar luas.

Warisan Tradisi yang Siap Mendunia

Piring anyaman bambu awalnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan acara adat. Namun seiring waktu, permintaan dari luar desa meningkat, terutama dari pelaku usaha kuliner yang mencari peralatan makan berbahan alami. Sumarno, salah satu pengrajin, menjelaskan,

Dulu, kami hanya membuat piring untuk keperluan sendiri. Tapi sekarang banyak yang pesan, dari pedagang di pasar hingga pemilik restoran di kota-kota besar.”

Proses pembuatan piring masih tradisional. Bambu berkualitas dipotong, dikeringkan, dibelah tipis, lalu dianyam dengan teknik khusus. Tahap finishing dilakukan agar piring kuat dan tahan lama. Permintaan terus meningkat, termasuk dari Yogyakarta dan Jakarta, meski pengrajin menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja terampil, sulitnya akses bahan baku berkualitas, dan minimnya pemanfaatan teknologi untuk pemasaran.

Baca juga:Jejak Intelektual Mahasiswa UBSI, Saat Tugas Akhir Menjadi Warisan untuk Masyarakat

Berbagai pihak mulai mendukung pengrajin melalui pelatihan pemasaran digital dan peningkatan kapasitas produksi. Dengan strategi tepat, piring anyaman bambu Mandirancan berpotensi menjangkau pasar lebih luas, bahkan hingga ekspor. Sukono, Kepala Desa Mandirancan, menuturkan,

“Kami berharap ada lebih banyak program pemberdayaan bagi para pengrajin, mulai dari penyediaan alat produksi hingga pelatihan pemasaran agar produk ini bisa lebih dikenal luas.”

Dengan dukungan yang tepat, piring anyaman bambu dapat menjadi sumber ekonomi utama bagi masyarakat Desa Mandirancan. Produk ini tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuka peluang bisnis menjanjikan, seiring meningkatnya minat pasar terhadap produk ramah lingkungan.(Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.