BSINews, Tegal — Program Studi Teknologi Informasi (TI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengikuti rapat koordinasi dan sinkronisasi kurikulum bersama Prodi TI KU dan PSDKU Tegal secara daring melalui Zoom Meeting, (2/10).
Pertemuan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 WIB tersebut membahas evaluasi kurikulum dan penerapan metode e-learning dalam proses pembelajaran.
Rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya Program Studi TI UBSI untuk menjaga kualitas pembelajaran agar tetap relevan dengan perkembangan teknologi.
Baca juga: Rapat Koordinasi HIMAKOM UBSI 2025/2026 Perkuat Program Kerja dan Regenerasi Organisasi
Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menyelaraskan pengelolaan pembelajaran antara Prodi TI KU dan PSDKU Tegal.
Pertemuan mengangkat tema “Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Kurikulum Prodi TI KU dan PSDKU”.
Pembahasan diarahkan pada sejumlah aspek akademik yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran, mulai dari kurikulum hingga strategi pemanfaatan teknologi dalam kegiatan perkuliahan.
Evaluasi kurikulum menjadi salah satu pembahasan utama dalam rapat tersebut.
Kurikulum perlu ditinjau secara berkala agar kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa tetap sesuai dengan perkembangan teknologi informasi serta kebutuhan dunia kerja.
Perubahan teknologi informasi yang berlangsung cepat turut memengaruhi kebutuhan kompetensi lulusan.
Karena itu, penyelarasan kurikulum menjadi bagian penting untuk memastikan materi pembelajaran dapat mendukung mahasiswa dalam menghadapi perkembangan bidang teknologi informasi.
Selain kurikulum, metode pembelajaran berbasis e-learning juga menjadi perhatian dalam rapat koordinasi.
Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pembelajaran dapat memberikan ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk menjalankan proses belajar dengan lebih fleksibel.
Metode e-learning juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran yang diterapkan oleh program studi.
Penggunaan platform digital bukan hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga mencakup interaksi, pengelolaan kegiatan belajar, serta evaluasi capaian mahasiswa.
Dalam koordinasi tersebut, Prodi TI KU dan PSDKU Tegal membahas pentingnya keselarasan dalam pengelolaan pembelajaran.
Keselarasan diperlukan agar pelaksanaan pendidikan tetap memiliki arah yang sama meskipun kegiatan akademik berlangsung pada lingkungan dan lokasi yang berbeda.
Kaprodi TI UBSI yang mengikuti kegiatan tersebut mengatakan, koordinasi menjadi bagian penting dalam menjaga kesamaan pemahaman terkait proses pembelajaran.
Menurutnya, evaluasi secara berkala diperlukan agar kurikulum dan metode pembelajaran dapat terus menyesuaikan kebutuhan mahasiswa.
“Menurut saya kegiatan koordinasi seperti ini penting untuk menyamakan persepsi dan terus melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi secara berkala diperlukan agar kurikulum dan metode pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta perkembangan teknologi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran tidak hanya dilakukan untuk melihat pelaksanaan kegiatan akademik.
Evaluasi juga menjadi dasar untuk mengetahui bagian-bagian yang perlu dikembangkan agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan tujuan program studi.
Pembahasan mengenai kurikulum juga berkaitan dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.
Materi dan capaian pembelajaran perlu disusun dengan mempertimbangkan perkembangan teknologi informasi serta kemampuan yang dibutuhkan dalam lingkungan profesional.
Sementara itu, penerapan e-learning menjadi salah satu bentuk pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses pendidikan.
Penggunaan pembelajaran digital diharapkan dapat membantu menciptakan proses belajar yang lebih fleksibel sekaligus memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan karakteristik pendidikan di era digital.
Koordinasi juga mencakup strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kegiatan akademik.
Hal ini meliputi perencanaan pembelajaran, pemanfaatan platform digital, serta evaluasi terhadap capaian pembelajaran mahasiswa.
Melalui pembahasan tersebut, masing-masing pihak dapat menyampaikan kebutuhan dan melakukan penyelarasan terhadap pelaksanaan pembelajaran.
Proses koordinasi menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kebijakan dan strategi akademik dapat diterapkan secara lebih terarah.
Kegiatan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antarprogram studi dalam menjaga mutu pendidikan.
Koordinasi yang dilakukan secara rutin dapat membantu program studi mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran sekaligus menyesuaikan pelaksanaan akademik dengan perkembangan teknologi.
Bagi mahasiswa, pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran memiliki kaitan langsung dengan pengalaman belajar yang mereka jalani.
Kurikulum yang relevan dan metode pembelajaran yang sesuai diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh kompetensi yang dibutuhkan setelah menyelesaikan pendidikan.
Di sisi lain, perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan penyesuaian.
Pembelajaran berbasis digital menjadi salah satu aspek yang perlu dikelola secara berkelanjutan agar pemanfaatan teknologi dapat mendukung tujuan pendidikan, bukan sekadar menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Rapat koordinasi yang dilaksanakan secara daring tersebut menjadi salah satu langkah Prodi TI UBSI dalam melakukan evaluasi dan sinkronisasi pembelajaran.
Hasil pembahasan diharapkan dapat menjadi bahan dalam pengembangan kurikulum, strategi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi pada kegiatan akademik berikutnya.
Baca juga: Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Solo Mantapkan Kesiapan UTS melalui Rapat Koordinasi
Melalui koordinasi yang berkesinambungan, Prodi TI UBSI terus mendorong peningkatan mutu pendidikan melalui evaluasi dan kolaborasi.
Upaya tersebut diarahkan untuk menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus tetap berorientasi pada pencapaian kompetensi mahasiswa.
Ke depan, evaluasi kurikulum dan penerapan e-learning diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan.
Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus memberikan bekal yang relevan bagi mahasiswa sebagai calon lulusan di bidang teknologi informasi.