UBSI Latih Pengurus RT dan PKK Rawa Mekar Jaya Manfaatkan Google Form untuk Pendataan Warga
BSINews, Tangerang Selatan – Pemanfaatan teknologi digital terus didorong untuk meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat hingga tingkat lingkungan. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) memberikan pelatihan pemanfaatan Google Form kepada pengurus RT dan kader PKK RT 03/RW 02 Kelurahan Rawa Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (3/10) ini mengangkat tema “Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Komputer untuk Kegiatan Pendataan Warga bagi Pengurus dan Ibu PKK RT/RW 003/002 Rawa Mekar Jaya Tangerang Selatan.” Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam menggunakan formulir online untuk kebutuhan pendataan, presensi kehadiran, serta evaluasi berbagai kegiatan warga.
Baca juga:Dosen UBSI Bekali PKK RT 05 Ragajaya dengan Pelatihan Media Edukasi Healthy Lifestyle
UBSI Latih Pengurus RT dan PKK Rawa Mekar Jaya
Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat, Mahmud Safudin, mengatakan bahwa Google Form dapat menjadi solusi praktis bagi pengurus lingkungan dalam mengelola data warga dan kegiatan secara lebih terorganisir.
“Pemanfaatan Google Form kami dorong sebagai langkah sederhana untuk membantu pengurus RT dan kader PKK melakukan pendataan secara lebih mudah, rapi, dan efisien. Dengan formulir online, data dapat dikumpulkan secara real-time dan hasilnya juga dapat diolah untuk mendukung evaluasi kegiatan,” kata Mahmud saat diwawancara usai acara, pada Sabtu (3/10).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik langsung. Peserta mendapatkan materi mengenai pembuatan formulir online, pendataan peserta, daftar hadir, hingga pemanfaatan hasil pengumpulan data sebagai bahan evaluasi.
“Yang terpenting dari pelatihan ini adalah peserta tidak hanya mengetahui apa itu Google Form, tetapi mampu membuat dan menggunakannya secara mandiri untuk kebutuhan kegiatan di lingkungan masing-masing. Harapannya, keterampilan ini dapat terus digunakan setelah kegiatan pengabdian selesai,” tambahnya.
Ia menjelaskan, penggunaan teknologi digital dalam administrasi lingkungan juga dapat menghemat penggunaan kertas, tinta, waktu, dan tenaga. Selain itu, data yang terkumpul secara digital dapat membantu pengurus melakukan pengelolaan informasi dengan lebih terstruktur.
Sementara itu, Nur Azizah, selaku tutor sekaligus koordinator tutor kegiatan, menilai pelatihan menjadi kesempatan bagi pengurus RT dan kader PKK untuk meningkatkan literasi digital yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas masyarakat.
“Kami ingin peserta melihat bahwa teknologi tidak selalu harus rumit. Google Form merupakan salah satu alat digital yang relatif mudah digunakan dan dapat membantu pekerjaan administrasi, mulai dari pendataan warga, presensi kegiatan, sampai pengumpulan informasi untuk evaluasi,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya praktik langsung selama pelatihan agar peserta dapat memahami setiap tahapan pembuatan formulir digital.
“Melalui praktik dan pendampingan, peserta diharapkan semakin percaya diri menggunakan teknologi. Ketika pengurus mampu membuat formulir sendiri sesuai kebutuhan, proses pendataan menjadi lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat juga dapat berjalan lebih terorganisir,” jelasnya.
Kegiatan PkM ini dilaksanakan dengan melibatkan peserta secara aktif melalui penyampaian materi, praktik langsung, diskusi, dan tanya jawab. Tim pengabdian juga menyediakan modul sebagai bahan pendamping bagi peserta dalam mempraktikkan kembali materi setelah kegiatan.
Program ini dilatarbelakangi masih terbatasnya pengetahuan pengurus dan kader PKK dalam membuat serta menggunakan formulir online untuk kegiatan pendataan. Selain itu, mitra juga belum sepenuhnya memahami bahwa data yang dikumpulkan melalui Google Form dapat dimanfaatkan untuk melihat kekurangan dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Baca juga:Kelola Keuangan Lebih Terarah, UMKM Ragajaya Dibekali Pelatihan SAK EMKM
Melalui kegiatan ini, UBSI menargetkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra, manajemen kegiatan, kerja sama antar pengurus, serta kualitas pelayanan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen UBSI dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mendorong pemanfaatan teknologi digital yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Pemanfaatan Google Form dalam kegiatan ini juga sejalan dengan dukungan terhadap SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan literasi dan keterampilan digital, serta SDG 17 tentang Kemitraan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Digitalisasi tata kelola pendataan juga mendukung penguatan kelembagaan masyarakat sebagaimana semangat SDG 16.