BSINews, Kulon Progo — Mendorong literasi yang inklusif dan berkelanjutan membutuhkan sinergi antar pemangku kepentingan, termasuk perpustakaan sekolah, madrasah, desa, dan perguruan tinggi. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta turut mengambil peran dengan mengirimkan pustakawannya dalam forum penguatan literasi di Kulon Progo. Kegiatan ini digelar pada Kamis, 18 September 2025, di Gili Resto & Caffe Kulon Progo, Yogyakarta.
Kolaborasi dalam Diskusi Kelompok
Bimtek yang menghadirkan 109 peserta ini membagi peserta ke dalam 10 kelompok. Setiap kelompok beranggotakan perwakilan dari perpustakaan perguruan tinggi, sekolah/madrasah, dan perpustakaan desa. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan bentuk kolaborasi yang telah dijalankan, serta merumuskan rencana inovasi yang dapat memberikan dampak nyata.
Salah satu kelompok yang menarik perhatian berisi gabungan pustakawan dari berbagai jenjang pendidikan dan wilayah. Di dalam kelompok ini terdapat Nunung Dwi Aminawati dari Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta, Nur Ariffah dari SDN Donomerto, Refika Niza A. dari SDN Kranggan Galur, Anggar Sari Sintiawatii dari SMPN 2 Pengasih, Riri Marlinda dari SDN Jetis, Noviana Indrastuti dari SMA IT Abu Bakar, Alif Endaryati dari SDN 1 Sremo, Rina Puspitasari dari SDN Kalimenur, Maharani Widya Pangestika dari SDN Niten, serta Lutfi Hasanah dari Perpustakaan Desa Sumber Ilmu. Mereka secara aktif mendiskusikan peluang kolaborasi lintas jenjang dan wilayah, mulai dari program literasi bersama, kegiatan membaca nyaring, hingga pendampingan digital library untuk masyarakat desa.
Nunung Dwi Aminawati, perwakilan dari Perpustakaan UBSI kampus Yogyakarta, menyampaikan bahwa keterlibatan pustakawan perguruan tinggi dalam kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas jangkauan literasi.
โKolaborasi seperti ini membuka kesempatan bagi perpustakaan kampus untuk berkontribusi langsung dalam pengembangan literasi di sekolah, madrasah, dan masyarakat desa. Harapannya, sinergi ini bisa menghasilkan program yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,โ ujar Nunung dalam keterangan tertulis, Jumat (19/9).
Setiap kelompok diwajibkan menyusun draf inovasi kolaborasi dan mempresentasikannya di hadapan peserta lain. Draf inovasi tersebut akan dihimpun sebagai bagian dari lomba inovasi pemberdayaan perpustakaan tingkat nasional.
Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Nasional RI berupaya menciptakan wadah pembinaan sekaligus ruang kolaborasi yang produktif. Semangat sinergi dari peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan, memperluas jangkauan literasi, dan memperkuat peran perpustakaan sebagai motor penggerak menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045. Komitmen ini sekaligus menegaskan peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang konsisten mendorong pemberdayaan literasi di masyarakat.(Tiara Sari)