Raih Sertifikat BNSP, Mahasiswa Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak Uji Kompetensi Pemrograman
BSINews, Pontianak — Upaya meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja terus dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi. Salah satunya, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja melalui pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Skema Pemrograman Muda. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UBSI, berlangsung pada Selasa (7/7) di Aula UBSI kampus Pontianak, dan diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi semester 4 dan semester 6.
Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Jalani Sertifikasi BNSP, Bekal Kompetensi Hadapi Dunia Kerja
Sertifikasi kompetensi tersebut menjadi salah satu upaya Program Studi Sistem Informasi Akuntansi untuk membekali mahasiswa dengan pengakuan kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga memiliki peluang meningkatkan daya saing saat memasuki dunia kerja.
Dalam pelaksanaan asesmen, Raja Sabaruddin, selaku asesor dari LSP UBSI kampus Pontianak, melakukan penilaian terhadap kemampuan peserta berdasarkan unit kompetensi pada Skema Pemrograman Muda. Materi yang diujikan meliputi analisis kebutuhan program, penyusunan algoritma, penulisan kode program, hingga penyelesaian permasalahan pemrograman sesuai kebutuhan industri.
Menurut Raja Sabaruddin, sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang semakin dibutuhkan di tengah persaingan dunia kerja.
“Saat ini perusahaan tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga bukti bahwa seseorang benar-benar memiliki kompetensi di bidangnya. Melalui sertifikasi BNSP ini, mahasiswa memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan kepercayaan dunia industri terhadap kemampuan yang mereka miliki,” ujarnya dalam keterangan pers pada Selasa (7/7).
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Salah satu peserta, Tia Liberta, mengaku pengalaman mengikuti sertifikasi memberikan gambaran mengenai standar kompetensi yang diterapkan di dunia kerja.
“Awalnya saya cukup gugup karena ini merupakan sertifikasi resmi. Namun setelah mengikuti seluruh proses, saya merasa lebih percaya diri. Sertifikasi ini memotivasi saya untuk terus meningkatkan kemampuan pemrograman agar lebih siap ketika lulus nanti,” katanya.
Baca juga : Bekali Mahasiswa Hadapi Industri Digital, UBSI Kampus Pontianak Gelar Sertifikasi Kompetensi BNSP
Hal senada disampaikan Jaka Rio Permadi. Menurutnya, asesmen kompetensi memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan proses pembelajaran di kelas karena peserta diuji melalui praktik penyelesaian kasus.
“Kami tidak hanya diuji dari sisi teori, tetapi juga kemampuan menyelesaikan kasus dan praktik. Pengalaman ini sangat bermanfaat karena membuat kami lebih memahami standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri,” ungkapnya.
Pelaksanaan sertifikasi ini merupakan bagian dari strategi UBSI kampus Pontianak dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memperoleh pengakuan profesional melalui sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi teknis yang lebih baik, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat portofolio ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan karier profesional. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa agar selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, lulusan UBSI diharapkan mampu menjawab tantangan dunia kerja yang terus berkembang di era transformasi digital. (Indari)