BSINews, Jakarta – Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) terus berinovasi untuk mendukung dosen-dosennya biar nggak lagi kalang kabut dengan pelaporan kinerja. Kali ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas BSI resmi memperkenalkan Says Versi 2, sebuah sistem pelaporan Beban Kinerja Dosen (BKD) yang diklaim bakal bikin hidup dosen lebih adem karena proses laporan jadi lebih mudah, cepat, dan tentu saja efisien.
Acara Sosialisasi Says Versi 2 yang digelar Rabu, 23 Oktober 2024 ini dihadiri oleh para dosen Universitas BSI dari berbagai kampus, dibagi ke dalam dua sesi, yakni pagi dan malam, sesuai jam sibuk dosen. Kenapa penting?
Diah Puspitasari Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, dengan penuh semangat mengatakan, “BKD itu bagian vital dalam mendukung transparansi kinerja dosen. Makanya, kita hadirkan Says Versi 2 yang lebih user-friendly. Nggak ada lagi tuh drama lupa input, semua lebih mudah!”
Buat dosen yang mungkin agak trauma dengan laporan manual yang ruwet, Says Versi 2 ini seolah jadi jawaban dari segala doa. Sistem ini memang didesain dengan berbagai fitur canggih yang bisa bikin laporan BKD terasa lebih ringan. Dari pengisian kinerja pendidikan, penelitian, sampai pengabdian masyarakat, semuanya terintegrasi dalam satu platform.
Dan, bukan sekadar janji manis. Menurut Haryani selaku staf LPPM Universitas BSI, yang turut memberikan pemaparan teknis, “Says Versi 2 ini memungkinkan dosen input data kinerja jauh lebih cepat. Apalagi, ada integrasi dengan standar universitas, jadi nggak perlu ribet buka platform lain.”
Nah, selain fitur keren buat pengisian data, ada satu lagi yang bikin dosen harus makin rajin, yaitu integrasi dengan SINTA (Science and Technology Index). Agus Junaidi selaku Ketua LPPM Universitas BSI, dengan tegas mengingatkan, “Update data SINTA itu wajib! Reputasi dosen kan bukan cuma soal ngajar, tapi juga pengakuan nasional dan internasional. Jadi, dengan Says Versi 2 yang sudah terhubung ke SINTA, nggak ada lagi alasan buat males update.”
Tak ketinggalan, narasumber lain seperti Titik Misriati, menjelaskan tentang Bidang C yang meliputi segala aktivitas penunjang, seperti seminar atau sertifikasi. “Semua kegiatan akademik dosen bisa langsung di-input lewat Mysimliz, jadi lebih praktis dan nggak bikin ribet.”
Workshop ditutup dengan sesi tanya jawab yang penuh dengan antusiasme dari para dosen. Keluhan seputar teknis langsung dibahas tuntas oleh para pengembang sistem, memastikan nggak ada lagi “kebuntuan” saat mengoperasikan Says Versi 2 ini.
Dengan sosialisasi ini, Universitas BSI berharap para dosen bisa fokus pada kewajiban akademik mereka tanpa terganggu urusan administratif yang ribet. Says Versi 2 diharapkan jadi solusi ampuh untuk dosen lebih produktif, lebih fokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Sinergi LPPM dan Kaprodi Universitas BSI Kampus Pontianak Perkuat Kualitas Jurnal Ilmiah
“Ini bukan cuma soal laporan, tapi soal bagaimana dosen bisa lebih optimal dalam berkarya,” tegas Dr Ani Wijayanti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas BSI.
Nggak ada lagi alasan ribet! Dengan sistem baru ini, dosen Universitas BSI diharapkan bisa semakin mudah menjalankan tugas akademik dan memberikan kontribusi lebih bagi dunia pendidikan di Indonesia.(ACH)