Seminar Akselerasi Transformasi Digital Bekali Mahasiswa dengan Literasi Digital dan Keterampilan Masa Depan

0 56

BSINews, Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang teknologi sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan dunia digital, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Seminar Akselerasi Transformasi Digital bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital: Penguatan Literasi Digital untuk SDM Tangguh dan Adaptif” pada Jumat (28/11). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan wawasan baru mengenai literasi digital, pemanfaatan teknologi, serta peluang karier di era digital.

Membentuk Generasi Digital Adaptif: Seminar Transformasi Digital Hadirkan Pakar Teknologi

Seminar ini diikuti mahasiswa semester satu Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Informatika UBSI kampus Yogyakarta. Dua narasumber hadir mengisi acara, yaitu Sriyadi selaku Kaprodi Sistem Informasi UBSI, serta Dr. Anton Susanto, Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta. Acara dipandu oleh Noor Hasan yang bertindak sebagai moderator sekaligus ketua panitia.

Dalam sambutannya, Noor Hasan menjelaskan pentingnya literasi digital sebagai kemampuan dasar yang wajib dimiliki mahasiswa di era teknologi saat ini.

“Mahasiswa harus siap bukan hanya sebagai pengguna, tetapi sebagai pencipta solusi digital,” jelasnya dalam keterangan tertulis pada Selasa (02/12).

Paparan pertama disampaikan oleh Sriyadi yang menekankan pentingnya growth mindset, fleksibilitas, dan kemampuan adaptasi sebagai modal utama menghadapi perubahan teknologi. Ia juga menyoroti kompetensi penting di masa depan menurut World Economic Forum, seperti critical thinking, kreativitas, penguasaan data, layanan TI, keamanan siber, hingga pengembangan produk digital. Semua keterampilan tersebut dibutuhkan agar mahasiswa mampu bersaing sebagai talenta digital di pasar global.

Memperkuat materi sebelumnya, Dr. Anton Susanto memaparkan kondisi dan peluang transformasi digital di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa penetrasi internet nasional telah mencapai 79,5% dan adopsi kecerdasan artifisial (AI) terus meningkat di berbagai sektor. Meski demikian, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan digital, infrastruktur, dan kebutuhan talenta digital yang besar.

Baca juga : UBSI Kampus Yogyakarta Bekali Mahasiswa dengan Literasi Digital dalam Seminar Akselerasi Transformasi Digital

“Indonesia membutuhkan sekitar 9–12 juta talenta digital hingga 2030, khususnya di bidang AI, analitik data, dan keamanan siber,” ungkapnya.

Dalam sesi materi, mahasiswa juga mendapatkan contoh penerapan teknologi seperti sistem rekomendasi e-commerce, chatbot perbankan, smart city berbasis visi komputer, serta pemanfaatan AI di bidang pertanian dan kesehatan. Mahasiswa diajak memahami peran mereka sebagai ICT-enabled worker maupun ICT professional yang mampu menghadirkan inovasi.

Acara berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana peserta antusias berdiskusi mengenai peluang karier dan perkembangan teknologi terbaru. Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih kuat tentang literasi digital, siap menghadapi tantangan teknologi, dan mampu mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern. (Aurora)

Leave A Reply

Your email address will not be published.