SEMOT UBSI 2026 Tampilkan 15 Formasi Papermob, Mahasiswa Baru Hadirkan Pesan Kebersamaan dan Kampus Bebas Kekerasan
BSINews, Bekasi-Seminar Motivasi (SEMOT) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), berlangsung meriah di BSI Convention Center Kaliabang, Minggu (20/9/2026). Salah satu atraksi yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut yakni penampilan konfigurasi papermob mahasiswa baru yang menyajikan 15 bentuk koreografi secara berurutan dengan pesan pendidikan, kebersamaan, kebangsaan, hingga komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman.
Baca juga:SEMOT UBSI 2026 Hadirkan Bang Ogut, Ajak Mahasiswa Baru Manfaatkan Masa Muda
Wakil Rektor II Bidang Non Akademik Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Adi Supriyatna, mengatakan rangkaian konfigurasi tersebut dirancang tidak sekadar sebagai pertunjukan visual, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan berbagai pesan penting kepada mahasiswa baru. Mulai dari penyambutan, pengenalan lingkungan akademik, penguatan karakter, hingga penanaman rasa bangga terhadap almamater.
“Konfigurasi papermob yang disuguhkan pada SEMOT UBSI 2026 menampilkan total 15 bentuk konfigurasi koreografi secara berurutan. Rangkaian tersebut dimulai dari Welcome to UBSI yang menampilkan logo kampus serta gerbang selamat datang, sapaan ceria Hai Sobat BSI, pengenalan ORMIK dan SEMOT 2026, hingga penegasan tema Bright, Spirit, Initiative,” ujar Adi.
Konfigurasi kemudian dilanjutkan dengan lima formasi fakultas yang mencerminkan keberagaman bidang keilmuan di UBSI, yakni Fakultas Teknik dan Informatika (FTI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Komunikasi dan Bahasa (FKB), Fakultas Hukum (FH), serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK).
Selain memperkenalkan fakultas, mahasiswa baru juga menyampaikan pesan moral melalui formasi STOP KEKERASAN DI KAMPUS. Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian papermob untuk menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Pesan berikutnya ditampilkan melalui formasi DIKTISAINTEK BERDAMPAK, yang menggambarkan harapan agar ilmu pengetahuan dan kompetensi yang diperoleh mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Rangkaian tersebut kemudian berlanjut dengan pesan kebangsaan HUT RI KE-81, UBSI UNGGUL, kampanye identitas #KULIAHBSIAJA, dan ditutup dengan formasi AKU DAN KAMU dengan logo UBSI di bagian tengah.
“Makna dari rangkaian konfigurasi papermob tersebut menyampaikan pesan transformasi mahasiswa baru dari proses penyambutan menjadi keluarga besar Universitas Bina Sarana Informatika, penanaman karakter Bright, Spirit, Initiative, serta penguatan peran keilmuan di tiap fakultas untuk menjawab tantangan zaman,” jelasnya.
Menurut Adi, rangkaian formasi tersebut juga menjadi simbol bahwa mahasiswa baru tidak hanya memasuki lingkungan perguruan tinggi untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas akademik yang memiliki tanggung jawab sosial. Pesan mengenai kampus bebas kekerasan, ilmu yang berdampak, kebangsaan, dan kebersamaan menjadi satu kesatuan dalam pertunjukan tersebut.
Di tengah perkembangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk memiliki karakter, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kesiapan menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di era digital.
Menariknya, kekompakan mahasiswa baru dalam membentuk 15 konfigurasi tersebut tidak diperoleh melalui latihan maupun gladi resik. Menurut Adi, mahasiswa mengandalkan sistem panduan teknis yang telah disiapkan panitia, sehingga setiap formasi dapat ditampilkan secara spontan pada saat pelaksanaan.
“Kekompakan dan keseragaman konfigurasi mahasiswa baru berhasil terwujud secara spontan tanpa melalui sesi latihan maupun gladi resik. Mahasiswa hanya berpatokan pada instruksi kode warna kertas yang sudah ditempatkan di masing-masing area, kejelasan komando dari pemandu lapangan secara real-time, serta tingkat konsentrasi dan kepekaan masing-masing individu saat menyelaraskan gerakannya dengan tempo narasi yang dibacakan,” ungkap Adi.
Salah satu kejutan yang menjadi perhatian dalam SEMOT 2026 UBSI Kampus Kaliabang adalah penggunaan konsep visual tiga dimensi (3D) pada formasi koreografi. Konsep tersebut dipadukan dengan representasi lima fakultas UBSI sehingga menghasilkan tampilan visual yang lebih dinamis sekaligus menggambarkan keberagaman bidang keilmuan yang berada dalam satu almamater.
“Dalam pelaksanaan SEMOT 2026 di UBSI Kampus Kaliabang, terdapat konfigurasi khusus yang menjadi sorotan utama dan terobosan baru, yaitu penerapan konsep visual Tiga Dimensi (3D) pada formasi koreografi serta penampilan konfigurasi lengkap dari lima fakultas yang ada di Universitas Bina Sarana Informatika, yakni FTI, FEB, FKB, FH, dan FIK,” tutur Adi.
Baca juga:8.235 Mahasiswa Baru UBSI Ikuti SEMOT 2026, Rektor Dorong Generasi Muda Berani Berinisiatif
Antusiasme mahasiswa baru juga terlihat sepanjang pelaksanaan konfigurasi. Mereka mengikuti setiap perubahan formasi dengan fokus dan energi positif. Suasana semakin meriah ketika mahasiswa baru secara serentak meneriakkan yel-yel kebanggaan almamater, tema Bright, Spirit, Initiative, serta pesan moral mengenai kampus bebas kekerasan.
Adi menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menjadi pengalaman awal yang memperkuat hubungan antarmahasiswa sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater. Kekompakan yang dibangun sejak hari pertama diharapkan dapat menjadi modal bagi mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademik dan organisasi di UBSI.
“Melalui kegiatan ini, UBSI berharap rasa kebersamaan dan kekeluargaan antarmahasiswa dapat langsung terpatri sejak hari pertama, sekaligus menumbuhkan rasa bangga, integritas moral, dan daya juang tinggi agar mereka siap bertumbuh menjadi generasi unggul yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa,” pungkas Adi.