Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer Dorong Standar Profesional Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Kampus Karawang
BSINews, Karawang — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang menyelenggarakan Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester lima. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 12 hingga 15 Januari 2025, bertempat di lingkungan UBSI kampus Karawang, sebagai upaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di bidang teknologi informasi.
Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer Dorong Standar Profesional
Sertifikasi kompetensi ini bertujuan memastikan mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengakuan profesional yang sesuai dengan standar kompetensi nasional. Melalui sertifikasi ini, mahasiswa diuji untuk membuktikan kemampuan pemrograman yang relevan dengan kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.
Pelaksanaan sertifikasi melibatkan asesor berpengalaman dan tersertifikasi di bidang pemrograman. Mahasiswa diuji melalui skema kompetensi yang terstruktur, meliputi pemahaman logika pemrograman, penguasaan bahasa pemrograman, hingga kemampuan menyelesaikan studi kasus berbasis kebutuhan industri. Seluruh proses asesmen dilaksanakan secara sistematis, objektif, dan mengacu pada standar yang berlaku.
Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Hasan Basri, menyampaikan bahwa sertifikasi ini dirancang untuk mengukur kesiapan mahasiswa secara komprehensif. “Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi proses penilaian yang menuntut mahasiswa memahami dan mampu menerapkan kompetensi pemrograman secara nyata sesuai standar profesional,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima di Karawang, pada Selasa (20/1).
Dalam pelaksanaannya, sertifikasi dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari asesmen tertulis, praktik pemrograman, hingga wawancara teknis. Asesor yang terlibat berasal dari kalangan praktisi profesional sehingga penilaian dapat dilakukan secara independen dan kredibel.
Salah satu asesor, Ilham Kurniawan, menjelaskan bahwa fokus penilaian tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir dan penyusunan solusi. “Dunia kerja membutuhkan programmer yang tidak hanya mampu menulis kode, tetapi juga memiliki kemampuan analitis dan problem solving yang kuat,” jelasnya.
Bagi mahasiswa, sertifikasi ini menjadi pengalaman penting dalam memahami standar profesional di bidang teknologi informasi. Salah satu peserta, Aprianingtyas, mengungkapkan bahwa uji kompetensi memberikan gambaran nyata tentang tuntutan industri. “Proses sertifikasi ini menantang, tetapi membantu kami memahami kemampuan diri dan hal-hal yang perlu terus dikembangkan,” tuturnya.
Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa secara individual, sertifikasi ini juga berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap mendukung transformasi digital di berbagai sektor, baik bisnis, pemerintahan, maupun layanan publik.
Melalui penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Skema Programmer ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing tinggi di era digital. Sertifikasi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi dan menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis. (Alisa)