Siswa SMK Jayabeka Karawang Dihadapkan Pilihan Kuliah atau Kerja Jelang Kelulusan
BSINews, Karawang – Menjelang kelulusan, siswa kelas 12 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jayabeka Karawang dihadapkan pada pilihan antara langsung bekerja atau melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi tersebut terlihat dalam kegiatan sosialisasi kampus yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kabupaten Karawang pada Rabu (22/4).
Jelang Lulus, Siswa SMK Jayabeka Karawang Dilema Tentukan Langkah: Kuliah atau Langsung Kerja
Kegiatan yang diikuti ratusan siswa itu bertujuan memberikan pemahaman mengenai peluang pendidikan dan prospek kerja di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
Sosialisasi ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab antara siswa dan pihak kampus terkait pilihan karier dan pendidikan setelah lulus.
Kepala Kampus UBSI kampus Karawang, Mohammad Syamsul Azis, mengatakan lulusan SMK saat ini perlu memiliki kompetensi yang lebih dari sekadar keterampilan dasar.
“Dunia kerja tidak hanya mencari lulusan yang siap kerja, tetapi juga yang mampu berkembang. Dibutuhkan kemampuan analisis, adaptasi teknologi, dan pemahaman sistem yang umumnya diperkuat melalui pendidikan tinggi,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Karawang pada Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, sektor teknologi dan bisnis digital menjadi salah satu bidang yang terus berkembang dan membutuhkan tenaga kerja kompeten. Program studi seperti Sistem Informasi, Teknologi Informasi, dan Informatika dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan industri tersebut.
“Ini bukan sekadar memilih jurusan, tetapi membaca peluang masa depan. Bidang IT saat ini menjadi salah satu yang paling berkembang dan terbuka luas,” katanya.
Baca juga : Antara Kampus dan Dunia Kerja, Siswa SMK Jayabeka Karawang Hadapi Pilihan Krusial
Sementara itu, Staf Marketing Komunikasi UBSI Karawang, Walim, menilai masih banyak siswa yang memiliki minat melanjutkan pendidikan, namun terkendala akses informasi.
“Kami melihat banyak siswa sebenarnya ingin kuliah, tetapi belum mendapatkan informasi yang cukup. Saat ini akses sudah lebih mudah karena berbasis digital,” ungkapnya.
Dalam sesi diskusi, pertanyaan siswa didominasi isu praktis, seperti pilihan antara bekerja atau kuliah, biaya pendidikan, serta peluang memperoleh beasiswa.
Salah satu siswa kelas 12 mengaku mulai mempertimbangkan untuk melanjutkan pendidikan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Awalnya saya ingin langsung bekerja, tetapi setelah mendapat penjelasan, saya jadi mengetahui peluang di bidang IT cukup besar,” katanya.
Kegiatan ini berlangsung di tengah periode penerimaan mahasiswa baru, sehingga menjadi momentum bagi siswa untuk memperoleh informasi secara langsung dalam menentukan langkah setelah lulus. (Indari)