Solusi Cerdas Pengelolaan Limbah, Mahasiswa Informatika UBSI Ciptakan Sistem Otomatis Klasifikasi Sampah Berbasis Web
BSINews, Jatiwaringin — Inovasi teknologi di bidang lingkungan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan akurat. Proses pemilahan sampah secara manual yang masih banyak digunakan dinilai kurang efisien dan rentan kesalahan identifikasi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif menghadirkan solusi berbasis teknologi melalui sistem otomatisasi klasifikasi sampah organik dan anorganik berbasis web pada Rabu (28/1).
Solusi Cerdas Pengelolaan Limbah, Mahasiswa Informatika UBSI Ciptakan Sistem Otomatis Klasifikasi Sampah Berbasis Web
Mahasiswa tersebut adalah Michelyn Angela Sabatini (NIM 15210361), yang berhasil mengembangkan sistem klasifikasi citra sampah melalui riset ilmiah yang dipublikasikan pada Desember 2025 di Jurnal Ilmiah Informatika. Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan dua dosen pakar UBSI, yakni Ahmad Fauzi, dan Bambang Wijonarko.
Dalam penelitiannya, Michelyn mengombinasikan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) untuk ekstraksi fitur tekstur dengan Least Squares Support Vector Machine (LS-SVM) sebagai metode klasifikasi. Sistem ini memanfaatkan dataset sebanyak 1.060 citra sampah dengan mengintegrasikan fitur tekstur seperti kontras dan homogenitas, serta fitur warna mean RGB untuk meningkatkan tingkat keakuratan klasifikasi.
Hasil pengujian menunjukkan performa sistem yang signifikan. Model yang dikembangkan mampu mencapai tingkat akurasi sebesar 87 persen dengan nilai AUC 0,93, jauh melampaui metode Support Vector Machine (SVM) konvensional yang hanya mencatatkan akurasi sekitar 62 persen. Temuan ini membuktikan efektivitas integrasi fitur tekstur dan warna dalam meningkatkan kinerja sistem klasifikasi citra sampah.
Ahmad Fauzi Kepala kampus UBSI kampus Jatiwaringin sekaligus dosen pembimbing, mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti kualitas riset mahasiswa UBSI.
“UBSI Jatiwaringin terus berkomitmen menghadirkan kegiatan akademik yang berkualitas sebagai Kampus Akreditasi Unggul. Keberhasilan Michelyn dalam mengintegrasikan fitur tekstur dan warna ke dalam model LS-SVM membuktikan bahwa mahasiswa kami mampu menghasilkan karya ilmiah yang aplikatif dan berstandar nasional,” ujarnya, kepada media di Jatiwaringin, pada Rabu (28/1).
Baca Juga :Riset Berdampak Nyata! UBSI Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Secara Hybrid
Lebih lanjut, riset ini mempertegas peran aktif UBSI dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan inovasi digital. Pengembangan sistem klasifikasi sampah berbasis web dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam sistem pengelolaan limbah yang lebih modern dan efisien.
Sebagai Kampus Akreditasi Unggul, UBSI Jatiwaringin secara konsisten memfasilitasi mahasiswa untuk menghasilkan riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan global. Hal ini sejalan dengan visi UBSI yang berfokus pada pencetakan generasi muda inovatif, kompeten, dan siap bersaing di industri teknologi informasi. (Indari)